Motel Love 1 (The Reckless Girl and Music Master)

Cast                      : Kwon Ji Yong, Choi Sulli, Jung Krystal & Lee Seungri

Other Cast           : Taeyang, Daesung, TOP & Yang Goon (YG)

Length                 : Chapter

Genre                   : Romance Comedy

Rating                  : G14

 

SULLI POV

“Baby don’t leave me
I know you still love me
Wae geurae soljikhi
Na malhae nigapil yohae my lay lay lay lay lady
My lay Lay lay lay lady”

“Sulli bangunlah kau membuatku malu sekarang” kata Seungri sambil menarik-narik lengan ku supaya menjauh dari rak CD BigBang

“ani.. aku tidak bisa membeli CD ini jadi biarkanlah aku mendengarkan suara Taeyang oppa yang merdu, petikan gitar TOP oppa dan tabuhan drum Dae-ppa”

“aku tidak peduli dengan obsesi mu pada boneka-boneka itu. yang penting aku ingin kau pulang sekarang” Seungri mulai geram dan memaksa ku pulang

“apa? Boneka? Kenapa kau sebut mereka begitu?”

Seungri terdiam sambil mengambil salah satu album BigBang dari rak CD

“aku tidak suka band yang tidak bisa membuat lagu sendiri. Lihatlah apa ada nama salah satu dari mereka disini?” ujarnya menunjuk satu persatu lagu beserta penciptanya

Aku  meneliti  satu  persatu  credits-credits  dibawah  lagu  mereka, Seungri  benar  tidak  ada  satupun  dari  member  BigBang  yang  menciptakan  lagu-lagu  di  tracklist. Tetapi  nama  Kwon Ji Yong  terpapar  jelas  berada  di  seluruh  credits  lagu mereka.  Sepertinya  Kwon Ji Yong  Ini  salah  satu  dari  mereka, tapi  dia  keluar  sebelum  BigBang  debut, itu  hanya  perkiraan  ku  saja.

“aku rasa Kwon Ji Yong ini jelek” ujar Seungri

“kenapa kau bisa berpikir seperti itu?”

“mereka hanya mengandalkan wajah mereka, aku saja tidak terlalu yakin bahwa suara sang vokalis berasal dari kerongkongannya sendiri. Aku rasa agensi itu memecat Kwon Ji Yong karena dia mempunyai wajah yang jelek”

Seungri  terlihat  begitu  yakin  dengan  statement  nya barusan, aku tidak menyalahkannya karena  dia  memang  benar  kalau  Kwon Ji Yong  itu  tampan  kenapa  dia  tidak  ikut  debut dengan  Bigbang.  Tapi  aku  tidak  membenarkannya  juga  karena  Taeyang oppa  memang  memiliki  suara emas  yang  membuat  jiwaku  bergetar  setiap  mendengar  alunan  suaranya.

“ayolah ayo kita pulang aku teraktir ice cream” kata Seungri sambil menarik tanganku

“benarkah! Aku akan pesan yang mahal!”

Aku  mendahului  teman sebangku ku  itu. Aku  dan   Seungri  belajar  sekolah  yang  sama  dan  dibangku  yang  sama  pula, Seungri  selalu  membantuku  jika  aku terlibat  dalam  suatu  masalah. Misalnya  aku  tidak  mengumpulkan  PR, pasti  dia  akan  meminjamkan  PR  nya padaku, dia  teman  terbaik  yang  pernah  kumiliki.

“Sulli..” ujarnya ditengah keheningan

“hm?” jawabku sambil menjilat ice bar ku

“aku… suka duduk denganmu”

Apakah aku salah bicara?! Yaa kau memang bodoh Lee Seungri! Harusnya kau bilang saja bahwa kau menyukainya, bukannya suka duduk bersamanya. Seungri terus memutar otaknya untuk mengutarakan perasaannya yang sebenarnya

“aku juga sangat suka….”

“suka apa?” tanya Seungri memastikan

“mencontek PR mu!!”

Jawaban  Sulli  barusan  membuat  Seungri  merasa  seperti  kejatuhan  Tank Grand Teft Auto.

“ya Sulli! Dasar tukang nyontek” Seungri menjitak pelan kepala ku

“hahahaha kalau tidak mencontek bukan Sulli namanya!” aku berhasil kabur dari cengkraman Seungri

 

KWON JI YONG POV

 

From    : Taeyang

Tunggu saja di depan flat mu, aku akan segera menjemputmu.

Beep beep

Sebuah  limosin  terparkir  tepat  dihadapanku  dan  aku  tahu  betul  siapa  yang  ada  di  dalam  limo  itu

“yak Jiyong! Ayo masuk!”  si kepala Mohawk itu mengajakku untuk masuk

“tidak ada cara yang lebih kampungan lagi untuk pergi ke sebuah flat sederhana menjemput seorang pengangguran dengan limosin seharga satu juta dollar Amerika?” ujar ku

“sudah kubilang dia tidak suka hal-hal seperti ini” ujar TOP hyung yang tiba-tiba nimbrung dalam percakapan ku dan Taeyang

“kami semua tahu itu, kalau saja kau tidak punya masalah dengan…….”

“ssst… kita sudah sepakat tidak membahas masalah itu” kataku menghentikan Daesung melanjutkan omongannya

“yap hari ini kita akan have fun, merayakan BigBang yang berada di peringkat pertama Korean K-Chart” ujar Taeyang memanaskan suasana

“benarkah? Sudah kuduga kalian akan akan berada di peringkat pertama”

“kalian? Yang kau maksud kita kan?” kata TOP

“kau tidak ikut debut bukan berarti kau bukan bagian dari BigBang” ujar Daesung

“tanpa lagu-lagu mu, tidak akan ada Bigbang” Taeyang menekankan

“terimakasih karena sudah sebaik ini”

“bersulang untuk BigBang?” Daesung mengangkat gelasnya, diikuti dengan TOP, Taeyang dan diriku.

Memang  sulit  sekali  berpura-pura  bahwa  kau  adalah  salah  satu  dari  mereka  yang  sebenarnya  bukan  salah  satu  dari  dirimu. Mungkin  orang-orang  akan  membodoh-bodohi  ku  jika  mereka  tau  bahwa  seorang  Kwon Ji Yong  ini  menolak  untuk  debut  hanya  untuk  seorang  wanita  jalang  ia cintai, wanita  jalang  yang  tidak  berguna  yang  telah  menyakiti  hatinya, kenyataannya  sampai  sekarang  aku  pun  belum  bisa  lepas  dari genggamannya. Kurasa  aku  kecanduan  mencintainya.

Click

Seseorang  menyalakan  lampu  di flatku  ketika  aku  sampai.

“goodnight” ujar seorang wanita yang memakai kemeja putihku dengan bawahan hotpants pendek

“sejak kapan kau disini?” tanyaku sambil meletakan jaketku di hanger

“begitukah caramu menyambut kekasihmu yang sudah lama tidak kau jumpai?” Krystal memelukku dari belakang

“kau sudah makan? Mau kubuatkan ramyun?”

“kau masih tidak mau kembali ke BigBang? Yang Goon sangat mengharapkanmu kembali ke BigBang”

“sudah kubilang berapa kali, jangan sebut nama itu di depan ku lagi” ujarku geram

“bahkan kau tidak mau kembali… demi aku?”

Wanita  ini  selalu  bisa  meyakinkan  ku  dalam  segala  hal, kecuali  hal ini. Aku  melakukan  ini  demi  kebaikannya, Krystal  juga  salah  seorang  artis  Yang Goon. Aku  sudah  tahu  bahwa  kekasihku  ini  rela  bersetubuh  dengan  Yang Goon  hanya  untuk  mewujudkan  debutnya  sebagai  seorang  penyanyi, aku  sengaja  tidak  memberitahu  Krys  kalau  aku  tau  apa yang  ia  perbuat  dibelakangku. Suatu  saat  nanti  aku  akan  meninggalkannya.

“tidak” jawabku singkat sambil memberikan ramyun padanya

“aish kau selalu saja mengecewakanku!”

Apa? Mengecewakannya? Harusnya  aku  yang  berkata  seperti  itu  dasar  jalang  tidak  tahu  diri.

“aku tidak mau memakannya, wajahku jadi bengkak keesokan harinya kalau aku makan ramyun malam-malam” katanya sambil loncat ke tempat tidurku

“Krys, aku tidak sedang ingin ‘melakukan’ nya malam ini” kataku sambil menatapnya yang hanya mengenakan bra dan pantie di tempat tidurku

“Jiyong.. aku sudah lama tidak bertemu denganmu, melakukan hal kecil untukku saja kau tidak mau?”

“lupakanlah aku akan tidur di tempat lain” ujarku sambil keluar dari flatku, meninggalkan Krystal sendirian

Jujur  saja  sebenarnya  aku  tidak  punya  tempat  untuk  dituju  sekarang, Taeyang  tidak  pernah  ada  dirumah  pada  malam  hari, TOP  mendengkur  sangat  keras  dan  Daesung  tinggal  bersama  ibunya  yang galak. Terpaksa  aku  harus  mencari  penginapan.

Aku  berhenti  disebuah  penginapan  didaerah  pinggiran  kota Seoul, kurasa  cukup  hangat  untuk  sebuah  penginapan  kecil. Aku  memasuki  penginapan  itu  dan  memutuskan  untuk  bermalam  disini.

“selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu?” ucap seorang ahjumma penjaga counter begitu aku memasuki penginapan itu

“aku ingin bermalam disini, tolong siapkan kamar yang hangat untukku”

“baiklah, aku minta tuan mengisi daftar hadir pengunjung ini sementara aku menyiapkan kamar untukmu” kata ahjumma itu sambil menyodorkanku buku tamu dan pulpen

Aku  membolak-balik  halaman  demi  halaman, sudah  kuduga  penginapan  kecil  seperti  ini  pasti  sangat  serat  pengunjung. Malam  ini  hanya  aku  yang  menginap  disini, banyaknya  penginapan  besar  berfasilitas  mewah  pun  membuat  bisnis  kecil  seperti  ini  tertindas. Sesungguhnya  aku  lebih  menyukai  tempat  seperti  ini  daripada  tempat-tempat  mewah  berkarpet  dingin.

“tuan kamarmu sudah siap” ujar ahjumma itu sembari memberiku kunci kamar

Tangga  penginapan  ini  berdenyit  setiap  kulangkahkan  kaki ku  pada  salah satu  anak tangganya. Penginapan  ini  menekankan  suasana  rumah  untuk  membuat  setiap  pengunjung  yang  datang  merasa  seperti  berada  di  rumahnya  sendiri. Aku  memasukan  kunci  kedalam  kamar  nomor  04.

Kehangatan  merasuki  ku begitu  aku  masuk  kedalam  kamar, perapian  hangat  terletak  7  kaki  dari  tempat  tidur ku, kurasa  malam  ini  aku  tidak  perlu  memakai  selimut.

SULLI POV

“Sulli-ah bangun!! Kau terlambat sekolah!” teriak eumma ku dari luar diikuti dengan suara dentuman keras di pintu kamarku.

Aku  menggeliat  di tempat tidurku  tidak  rela  menghempaskan  tubuh ku  dari  tempat tidur  ku  yang  nyaman  ini. Butuh  5  menit  untukku  untuk mencoba  terduduk  di  kasurku, aku langsung  menyambar  handuk pink  ku  dan  pergi  ke  kamar mandi.

Aku  berjalan  gontai  menuju  kamar mandi, aku  tidak peduli  seberapa  terlambatnya  aku  untuk  pergi  kesekolah  karena  semalaman  mengikuti  berita  tentang  BigBang  di TV  sampai  jam 3  pagi, dan  aku  yakin  aku  bukan  satu-satu  nya  siswi  yang  terlambat  di  sekolah  ku  karena  menonton  acara  keren  itu.

Ceklek

Aku  membuka  pintu  toilet  dan  ada  sesuatu  yang  aneh, aku  melihat  seorang  pria  duduk  di kloset  dengan  wajah  lusuh  dan  rambut  hitam  yang  tidak  kalah  acak-acakan. Matanya  masih  setengah  melek, pria  itu  mencoba  menelusuri  seisi  toilet  dengan  mata  nya  yang  sipit itu. DIA MELIHAT KEARAH KU!! Matanya  yang  tadi  setengah  terbuka  sekarang  terbelak  melihat  seorang  perempuan  melihatnya  dalam  keadaan  seperti itu.

“YAK!!!! Apa yang kau lakukan!!!” teriaknya disertai aku yang sontak mentup pintu toilet itu

Aku  terduduk  di depan  pintu  kamar mandi  mencoba  menelaah  apa  yang  barusan  kulakukan, kenapa  aku  tidak  langsung  menutup  pintu  kamar mandi  itu  dan  malah  melihat  pria  itu  sedang  mengurus ‘urusannya’  di  dalam. Pasti  pria  itu  mengira  aku  semacam  penguntit  atau  semacamnya, aku  harus  meluruskan  hal  ini  sebelum  pria  itu  berpikiran  yang  macam-macam  tentangku.

Ceklek

Pintu kamar mandi  itu  terbuka  dan  tampil lah  sesosok  pria  yang  tidak  tinggi, berambut  hitam  cute  dan  terlihat  mengerucutkan  bibir  kecilnya  itu.

“jwesonghamnida” ucapku begitu ia keluar dari kamar mandi

“tidak, ini salahku karena tidak mengunci pintu ketika di dalam”

“apa kau menginap disini?” tanyaku

“iya, aku datang ke tempat ini tadi malam. Kau menginap disini juga?” tanya pria itu

“ah tidak, aku tinggal disini. Eumma ku adalah pemilik penginapan ini”

“oh kau putri sang pemilik? Baiklah aku akan sarapan, kau boleh memakai kamar mandi itu jika kau mau” pria itu pergi ke bawah untuk mengambil makanan

Aku  menelusuri  setiap  bagian  tubuh  pria  mungil  itu, dia  tampan.

 

KWON JI YONG POV

 

“apa kau punya selai kacang?” tanya ku pada ahjumma pemilik penginapan

“ada, tunggu sebentar akan ku ambilkan”

Kretek kretek

Seseorang menuruni tangga

“selamat pagi” ucap gadis yang tadi ku temui di kamar mandi, tetapi sekarang lengkap dengan seragam sekolahnya

“selamat pagi, apa kau akan sarapan? Eumma mu sedang mengambil selai kacang”

“ah ne” jawabnya

Dia  duduk  di depan ku  sambil  meminum  susu  yang  sudah  ahjumma  siapkan  untuknya. Badannya  sangat  tinggi, kulitnya   putih  seputih  susu, dan rambut  panjang  nan  bergelombang  nya  tergerai  indah. Dia  terus  menatap  gelas  susu  nya  yang  telah  habis  ia  minum. Kurasa  dia  gugup  melihat  seorang  pria  yang  ia  lihat  di  kamar mandi  barusan  dalam  keadaan  yang  tidak  pantas  sekarang  duduk  tepat  di depannya.

“kau sekolah dimana?” tanyaku memecah keheningan diantara kami berdua

“ah itu di SMA Genie” jawabnya kikuk

“kelas berapa?” tanyaku lagi

“kelas 3, sebentar lagi aku akan ujian”

“wah kau harus melakukannya dengan benar” ujar ku

“ini selai kacang untukmu, Sulli kau mau makan apa?” kata ahjumma datang membawa selai kacang dan beberapa potong roti

“tidak usah eumma aku harus segera berangkat sekolah” kata gadis itu sambil beranjak dari kursinya

Aku sontak menahan tangannya dan berkata “bolehkah aku mengantarmu? Aku juga ingin pergi keluar, sekalian saja mengantarmu”

Terlihat  sekali  bahwa  gadis  itu  masih  kecil, buktinya  saat  aku  memegang  tangannya  wajahnya  yang  tadinya putih  bersih  berubah  seperti  buah  persik  saat  ku  pegang  tangan  lembutnya  itu.

“ide bagus! Kau sebaiknya berangkat dengan nak Jiyong” ahjumma setuju denganku

“Jiyong?” gumamnya mengingatkan ku bahwa dari tadi aku berbincang dengannya tanpa memperkenalkan diriku sama sekali

“ah Kwon Ji Yong imnida, bangapsumnida” kata ku sambil menjulurkan tanganku untuk berjabat tangan, tapi anak ini malah membungkuk 90derajat.

“Choi Sulli imnida” ucapnya sambil membungkuk

Sikap  kikuk  Sulli  membuatku  ingin  tertawa  setiap  melihat  wajah  polos  nan cantik  miliknya.

“sudah siap?” ucapku sambil menyuruh Sulli mengencangkan pegangan di pinggul ku, karena aku tidak suka mengemudikan motorku dengan kecepatan lambat.

Sulli   mengencangkan  pegangannya  di pinggulku, bisa  kubayangkan  wajahnya  yang  merah  padam  sekarang  karena  memeluk  seorang  pria  yang  baru  ia  kenal  dan  bukannya  narsis  tapi  aku  juga  tampan  dan  pasti  itu  yang  ada  di pikiran  anak  ini.

Angin  pagi  ini sangat  menyejukkan, ku  kemudikan motorku  dengan  cepat  agar  Sulli  bisa  merasakan  anginnya, Gadis  ini  memejamkan  matanya  sambil  merasakan  sejuknya  angin  pagi  ini. Gadis  kikuk  ini  memberikan  satu  solusi  dari  semua  masalahku, Krystal. Pertama-tama  aku  harus  putus  dari  yeoja  itu, hanya  Sulli lah  yang  bisa  kuandalkan  untuk  saat  ini. Yap  aku  akan  meminta  gadis  yang  baru  ku kenal  3jam lalu  untuk  menjadi  pacarku.

SULLI POV

Aku  turun  dari  motor  Jiyong  dengan  bantuannya.

“kamsahamnida” aku membungkuk dan hendak pergi

“tunggu”

Jiyong  menarik  pergelanganku, aku  menoleh  menatap  pria  cute  itu untuk  kesekian  kalinya. Sekali  lagi  dia  menyentuh  pergelangan  tanganku  kurasa  aku  akan  mati  akibat  debaran  jantung  yang  tak  terkontrol.

“kau percaya cinta pada pandangan pertama?” tanyanya frontal

“p-percaya” jawabku kikuk

“Jadian yuk?”

Begitu  kalimat  itu  terlontar  dari  mulut  mungilnya  aku  merasa  seperti  beberapa  ton  bunga  menghantam  kepalaku. Rasanya  bahagia  tapi  kaget  juga, bagaimana  bisa  kau  menjalin  hubungan  dengan  pria  yang  baru  kau  kenal  3jam  yang  lalu.

“diam itu berarti iya, kemarikan ponsel mu” aku  memberikan  ponselku  padanya, terlihat jemari  yang  berhias  cincin  Chrome Hearts  itu  asyik  mengetik  sesuatu  di  ponselku.

“sudah ku save nomorku, kau bisa menghubungiku kalau kau rindu padaku. Eh iya tapi aku masih akan menginap beberapa hari lagi di penginapan ibumu, jadi kau tidak perlu khawatir” jelasnya

Aku  hanya  meng-iyakan  setiap  ucapan  Jiyong  yang  serba  cepat, bagaimana  dia  bisa  meminta  seorang  gadis  yang  baru  ia  kenal  3jam  lalu  untuk  menjadi  kekasihnya? Tapi  aku  juga  tidak  bisa  berbuat  apa-apa. Jujur  saja  aku  memang  menyukai  pria  itu  bahkan  pada  saat  aku  mendapatinya  di  kamar mandi.

“kalke” ucap Jiyong sambil tersenyum dan mengusap rambutku lalu pergi dengan motornya

Aku  merasa  seperti  mimpi, Kwon Ji Yong  adalah  pacar pertama ku…

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s