Living My Dream [Chapter 1]

Image

Living My Dream

 

Main Cast                 :  Oh Ai Rin, G Dragon, Kai, Sehun, TOP, Park Bom

Support Cast             : EXO, BIGBANG and manymore

Rating                       : G

Leght                          : Chapter

 

Ai Rin POV

*DREAMING*

“Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are.
Up above the world so high,
Like a diamond in the sky.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

When the blazing sun is gone,
When there’s nothing he shines upon,
Then you show your little light,
Twinkle, twinkle, through the night.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

In the dark blue sky so deep
Through my curtains often peep
For you never close your eyes
Til the morning sun does rise
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are

Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are”

“waah suaramu sangat indah seperti biasanya” kata Ji Yong kecil

“hihihi kalau suara ku jelek, kita tidak akan mendapatkan uang sebanyak ini” kataku sambil mengocok kaleng yang berisi koin-koin hasil jaripaya kami berdua

“apa kau besok akan kesini lagi AiRin-ah?” tanyanya

“ania.. aku dan appaku akan pindah ke Seoul..” jawabku sambil meneteskan air mata kala itu

“tidak apa-apa, pasti suatu saat kita akan bertemu” Ji Yong memberikanku sebuah kalung, bandulnya terbuat dari kayu berbentuk hati

“nomu yeppo.. gomawo Ji Yong-ah” akupun memakai kalung buatannya segera setelah aku menerimanya

“Ai Rin-ah, kajja.. waktunya kita berangkat!” appa dan Sehun sudah menungguku dengan mobil

“annyeong Ji Yong-ah!!” aku melambai ke arah sahabat kecilku itu

“annyeong! Aku akan menyusulmu kelak nanti!!” triaknya dari kejauhan

*DREAMING END*

Aku memimpikan hal itu jika aku merasa sedih, mungkin aku ini tidak masuk akal tapi.. aku merindukan anak itu, hihi. Seperti apa ya wajahnya sekarang?

“nunna!! Ayo antar aku ke sekolah!” triak Sehun yang membangunkanku dari lamunan

“Ah! Ne!! aku berpakaian dulu!” triakku

Sehun adalah adikku sekaligus keluarga yang kumiliki sekarang selain appa ku, appa ku melarikan diri 2tahun lalu.. jadi, aku yang bertugas mencari nafkah dirumah ini. Sehun juga membantu ku menyebarkan pamphlet  sepulangnya dari sekolah, memang sangat berat hidup seperti sekarang ini. Sekolah saja aku hanya sampai SMP, wajah ku? Tidak terlalu cantik. Aku hanya punya tekat untuk hidup, itulah yang membuatku bertahan sampai sekarang

Aku mengantar Sehun menggunakan motorku, itu satu-satunya harta yang ayahku tinggalkan.

“annyeong nunna, aku akan ke Gangnam untuk membantumu membagikan pamphlet sepulang sekolah!” kata Sehun begitu kammi sampai didepan gerbang sekolahnya

“ania, kau pasti lelah setelah belajar seharian, lebih baik kau pulang dan makan” kataku sambil mengelus pipinya yang halus

“gwenchanayo, nunna sudah bekerja keras untukku.. aku kesana pukul 3!” kata Sehun sambil berlari menuju ruang kelasnya, aku hanya bisa tersenyum melihat anak itu

Setelah mengantar Sehun akupun langsung berangkat ke Gangnam untuk bekerja, aku bekerja sehari dalam 3pekerjaan yang berbeda, pagi hari aku mengantarkan koran, siang sampai sore hari aku menyebarkan pamphlet dan malam aku bekerja di sebuah restoran cepat saji sampai jam 4pagi, berat hah? Menurut ku tidak, selama masih ada Sehun disisiku aku merasa semua terasa ringan, alasan aku menyekolahkan Sehun adalah aku percaya bahwa suatu hari nanti anak itu akan menjadi guncangan besar untuk dunia.. untuk menciptakan guncangan itu dia harus sekolah kan? Maka itu aku menyekolahkan sehun J

“Ai Rina, sebarkan pamphlet di area stasiun!” triak sang boss

“nde bosseu” aku bergegas pergi ke stasiun untuk menyebarkan pamphlet-pamflet ini

uri sigdang e waseo balabnida” itu yang kukatakan sembari membagikan  pamphlet-pamflet ini

Saat aku sedang sibuk membagikan pamphlet, aku melihat seorang wanita tua dengan gelas kaleng di depannya, dari pakaiannya pasti dia seorang pengemis dan belum makan selama berhari-hari, aku pun menghampiri wanita tua itu

“halmoni, gwenchanayo?” kataku

“kasihani saya nak, saya belum makan berhari-hari” katanya lirih

Bagaimana aku bisa memberinya uang, untuk makan saja aku sudah susah. Ottoke? Tapi aku juga tidak bisa membiarkan nenek ini kelaparan.. sejenak kulihat uang yang ada di dompetku saat ini, uang ini tadinya akan kubelikan makan malam untukku dan Sehun.. tapi kurasa nenek ini lebih membutuhkannya daripada aku, aku hendak member semua uangku ke nenek-nenek itu tapi..

‘grep’ seseorang menahan tanganku

“apa nunna gila?! Kita mau makan apa??!” kata Sehun yang tiba-tiba sudah muncul dibelakangku

“Sehunnie, sejak kapan kau ada disitu?” tanyaku kaget

“sudahlah nak, kalau kalian juga sedang susah. Tidak usah memaksakan diri untuk memberiku uang” kata nenek itu bijak

“ania, kami masih ada makanan dirumah” aku mengelak dan hendak memberikan uang ku padanya

“makanan apa hah? Nunna, sudahlah kita juga sama-sama tidak mampu” kata Sehun untuk kedua kalinya menahan tanganku

“Sehun-ah, kau taukan kita masih ada tempat tinggal, sedangkan nenek ini? Kau bisa lihat sendiri kondisinya. Kita harus saling menolong Sehun-ah” aku hendak memberikan uang itu tapi

‘grep’ Sehun menahan tanganku lagi

“Waeyoo??!” sekarang aku marah-_-

“bagaimana kalau kita bantu saja halmoni mencari uang, kita ngamen aja! Untung saja kubawa gitarku ini” kata Sehun sambil mengelus-elus gitar kesayangannya

“aku tidak yakin suaraku sama seperti dulu” keluh ku

“yak! Suara nunna tidak akan pernah berubah, akan selalu terdengar indah di telingaku” kata Sehun sambil tersenyum ke arahku

Sehun bergegas mempersiapkan segalanya, mulai dari bangku sampai kaleng untuk menampung recehan, Sehun pun mulai memetik gitarnya dan akupun mulai bernyanyi

“Eonjengan i nunmuri meomchugil

Eonjengan i eodumi geodhigo

Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil

 

Jichin nae moseubi

Jogeumsshik jigyeoweojineun geol neukkimmyeon

Dabeorigo shipjyo

Himdeulge jikkyeoodeon kkumeul

Gajin geotbodaneun

Bujokhan geoshi neomunado manheun ge

Neukkyeojil ttaemada

Darie himi pullyeoseo na jujeoanjyo

 

Eonjengan i nunmuri meomchugil

Eonjengan i eodumi geodhigo

Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil”

IU SOMEDAY

 

‘clung clung’ suara koin pun terdengar sedaritadi aku bernyanyi, syukurlah.. halmoni bisa makan kalau begini caranya^^

 

“ini halmoni, uang nya” kataku sambil memberikan uang yang tadi terkumpul

 

“nunna, bisakah kita ambil bagian sedikit??” bisik Sehun

 

“aniaa, kitakan sudah janji akan memberikan uang ini kepada yang lebih membutuhkan! Apa kau lupa Oh Sehun?!” aku memarahinya

 

“aigoo aigoo, ini setengah dari uangnya.. kalian sangat berhak mendapatkannya” halmoni memberikan uangnya pada kami

 

“jinja!!?? Kanshahamnida halmoni!! Jalga!” ucapku dan Sehun berbarengan

 

Aku dan Sehun membeli Mul Naengmyeon untuk makan malam

 

Sesampainya kami dirumah, Sehun langsung membabat habis Nasengmyeonnya

‘knock knock’ seseorang mengetuk pintu

“nunna, bukakan pintu. Aku sedang makan nihh” perintah Sehun

“yak! Berani-beraninya kau menyuruh nunnamu!!” aku hendak memukul Sehun, tapi karena ketukan tak sabar didepan, pukulan ku terhadap Sehun kutahan

Aku membuka pintunya dan seorang ahjussi dan beberapa ahjussi yang seperti bodyguard berdiri dibelakang nya

“nuguseyo?” tanyaku

“Kim Seok Hyun imnida, kepala sekolah Seiso Academy” kata ahjussi itu sambil menunjukan tanda pengenalnya

“ada perlu apa kau denganku?” tanyaku heran

“aku melihatmu dan adikmu bernyanyi di Gangnam tadi.. dan.. kuminta kau bersedia menjadi murid di Seiso” jawabnya

Hah? Murid? Di Seiso?! Aku memang sering mendengar nama sekolah itu disebut-sebut, sekolah itu memang bukan sekolah biasa. Sekolah itu tempat semua artis Korea menuntut ilmu.. tapi.. untuk apa dia menyuruhku untuk belajar di sekolah elite seperti itu?

“jwesonghamnida ahjussi, tapi seperti yang anda lihat.. aku tidak mungkin mampu membayar biaya sekolah dengan keadaan seperti ini” aku berusaha menjelaskan keadaanku sekarang pada ahjussi itu

“tak perlu kaupikirkan soal biaya, kau dan adikmu mendapat beasiswa jika bersekolah di seiso. Aku tertarik dnegan kemampuanmu bernyanyi dan permainan gitar adikmu itu” sambungnya

“nunna, siapasih yang bertamu malam-malam???” tanya Sehun yang baru selesai dengan  makanannya

“sudah kau masuk saja sana!!!” aku mendorong Sehun masuk dan mengunci pintunya dari luar

“jadi, bagaimana menurutmu?” tanya ahjussi itu

“akan ku pikirkan..” jawabku

“akan kudengar keputusanmu, besok kau datang ke Seiso.. aku yakin kau tau dimana Seiso, baiklah aku pergi” kata ahjussi itu sembari masuk kedalam mobil mewahnya

‘ceklek’ kubuka kunci dan pintunya

“nunna!! Jawab dia itu siapa???” tanya Sehun tiada henti

“apa kau tau Seiso Academy?” tanyaku padaa Sehun tanpa menghiraukan pertanyaannya yang sebelumnya

“jelas aku tau!! Itu sekolah terkenal! Hufft, andai saja appa tidak bangkrut, mungkin aku bisa masuk ke sekolah brilliant itu.. waeyo nunna?”

“ania.. apa menurutmu jika kita berdua masuk Seiso itu.. ide yang bagus?” tanyaku lagi

“nunna! Itu ide yang sangat bagus! Kita berdua bisa debut, dan tidak perlu bersusah payah seperti sekarang ini. Apakah kita akan masuk Seiso? Tapi.. kita kan tidak punya uang” kata Sehun

“tadi ada seorang ahjussi dia mengaku sebagai kepala sekolah Seiso, dia melihat kita mengamen dijalan dan meminta kau dan aku untuk masuk sekolahnya” jelasku

“jinja??!! Woahh, kita harus masuk sekolah itu!!! kesempatan tak datang 2kali nunna!” kata Sehun sangat antusias

“baiklah akan kubilang pada ahjussi itu” jawabku

“JINJA!!!!! AIGOO!! Saranghyeo Ai Rin nunna!!!!” kata Sehun sambil memeluk dan mencubit pipiku, aigoo anak ini-_-. Kuharap keputusan yang kuambil ini keputusan yang terbaik..

Keesokan paginya aku membawa berkas-berkasku dan Sehun untuk diserahkan pada ahjussi Seiso itu

Aku tercengang ketika memasuki istana yang disebut ‘Sekolah’ itu, bangunan yang megah, fasilitas yang lengkap dan siswa siswi nya yang berwajah tampan dan cantik… aigoo, ternyata sekolah ini bukan hanya omongan semata

“ada yang bisa ku bantu?” tanya seorang yeoja cantik berseragam lengkap

“aku ingin bertemu dengan kepala sekolah” jawabku

“oke, ikut aku” yeoja itu sangat baik ingin mengantarku

“kansahamnida” ucapku pada yeoja itu lalu mengetuk pintu

“masuk” kata suara didalam

“annyeonghaseyo” kataku begitu masuk ke ruangan itu

“aigoo, akhirnya kau datang juga.. jadi, bagaimana keputusanmu?” tanya ahjussi itu

“aku dan Sehun akan sekolah disini..” jawabku

“bravo!! Hmm, aku tidak sabar melihat kemampuanmu” katanya sedikit menantang

“tapi… aku ada kerja part time.. bisakah aku pulang lebih cepat?” tanyaku khawatir

“aigoo, masalah uang tak perlu kau pikirkan.. sekolah akan membiayai kehidupanmu selama kau masih bersekolah di Seiso” jelasnya

“aniaa, aku masih bisa menghidupi Sehun dan diriku. Jadi tak usah bersusah payah” aku menolak tawarannya

“aku tidak mau kau diperlakukan berbeda oleh siswa-siswi disini, jadi.. kau harus menerima sedikit bantuan ku ini. Dan.. kau bisa tempati apartemen kecilku di Seoul, anggap saja ini hak mu sebagai murid Seiso” katanya sambil melemparkan sebuah kunci apartemen

“jinja??! Aigoo ahjussi kau terlalu baik” kataku tak enak

“sudahlah.. kusuruh orang untuk memindahkan barang-barangmu.. dan satu hal lagi, kau tak perlu merasa tak enak padaku. Aku melakukan ini karna bakatmu yang luar biasa, aku yakin nanti kau akan debut lebih cemerlang dari pada siswa-siswi lain..” katanya

“kansahamnida ahjussi!!!!!!!” aku menangis dan memeluk ahjussi itu dengan erat

Akupun pulang kerumah dan…. Ahjussi itu memang tidak bercanda tentang mengirim orang untuk memindahkan barang-barangku dan Sehun

“nunna!!! Apakah benar kata mereka?? Kita benar-benar akan sekolah di Seiso!!!??” ujar Sehun yang berlari begitu menyadri kedatanganku

“nee! Kita akan belajar disana dan pindah ke tempat yang lebih layak!” ujarku tak kalah senang

“DAEBAK!!!!!! Saranghyeo Ai Rin nunna!!!!” aku dan Sehun terus bersorak sorai kegirangan dan pergi ke apartemen baru kami yang diberikan ahjussi.. eh maksudku kepala sekolah itu hehe

Apartemen yang diberikannya memang tak terlalu besar, tapi 1000x lebih baik dari tempat tinggal kami sebelumnya, furniture nya juga sudah diganti dengan yang baru, kulkasnya pun sudah penuh dengan makanan enak, tidak lupa dengan seragam Seiso kami sudah tergantung di lemari kami masing-masing. Thanks God for your kindness^^

Keesokan harinya..

Aku dan Sehun pun berangkat ke sekolah baru kami itu, yap! Seiso.

“omo! Kau yeoja yang kemarin kan? Kau murid barunya?” tanya yeoja yang kemarin membantuku

“iya… joneun Oh Ai Rin imnida..” kataku mengulurkan tanganku

“Park Bom imnida wakil ketua osis disini” katanya membalas jabatan tanganku

“bisakah kau membantuku menemukan kelas ini?” tanyaku

“aigoo, kau sekelas denganku!!” katanya begitu melihat note yang kuberikan padanya

“jinjaro??! Daebak!” aku kaget mendengar ucapan yeoja itu

Park Bom mengajakku berkeliling melihat-lihat sekolah..

“yang harus kau tau dari sekolah ini adalah… yang terhebat menguasai sekolah, kau tauaksudku?” jelas Park Bom sambil menyeruput susu coklatnya

“sepertinya aku mengerti, jadi siapa yang terhebat?” tanyaku

“kita mulai dari tingkat terbawah dulu, nerds! Kutubuku yang hanya peduli pada teori buku dan takut pada praktek.. tingkat kedua rich people, mereka kaya.. siapa yang tak mau berteman dengan mereka? Ketiga anak Dancer, oh my god!! Mereka sangat hot! Keempat OSIS, yap menjadi OSIS adalah kehormatan besar, dan yang tertinggi… BIGBANG dan EXO” katanya memberikan jeda

“hah? BIGBANG? EXO? Mereka itu apa?” tanyaku

“oh my gosh, kau punya TV gak sih? Mereka itu murid Seiso yang sudah debut lebih dulu” kata Bom antusias

“mwo? Lalu kenapa mereka masih bersekolah disini?” tanyaku

“mereka belum cukup umur untuk graduate jadi… kepala sekolah melarang mereka untuk lulus” jelas Bom

Aku hanya membulatkan mulutku membentuk O

“Bom-ah!” panggil seorang namja tinggi dan tampan

“wae? Oh iya, ini Ai Rin murid baru itu” kata Bom memperkenalkanku pada namja itu

“Ai Rin imnida”

“Exo’s Kai imnida” katanya ramah

“bagaimana data-data pengeluaran tahun ini, sudah kau buat?” tananya pada Bom

“aigoo, iya nanti akan ku buuat” jawab Bom malas

“kau ini selalu menunda nunda pekerjaan, nanti malah bertumpuk!” kata Kai

“bilang saja kau ingin berkenalan dengannya” kata Bom sambil menyenggol ku sedikit dan pergi meninggalkan aku dan Kai

“jadi… kau adalah siswa paling dtakuti dan dikagumi disini hah?” tanyaku spontan

“hmm.. mungkin untuk dikagumi tebakan mu benar,tapi… ditakuti? Kurasa orang yang kau maksud dia” katanya sambil menunjuk namja pendek, hmm berwajah cute tapi dengan gaya slengean

“namja pendek itu?” tanyaku

“yap, dia G Dragon.. leader BIGBANG” jelas Kai

“oohh, grup yang sudah debut selain EXO itu?” kataku memastikan

“iya, BIGBANG memang grup yang sangat fantastis dan menghasilkan banyak uang untuk Seiso, tapi karena perilaku sang leader yang sering disebut ‘Gangster Dragon’ itu yang membuat kepala sekolah tadinya mempertimbangkan mereka untuk debut, tapi karena keahlian GD membuat lagu yaa mereka jadi debut juga” jelasnya panjang lebar

“jadi… EXO dan BIGBANG itu rival?” tanyaku hati-hati

“hmmm.. lebih seperti rival seluruh murid Seiso, tapi.. mereka juga dikagumi para yeoja disini. Kau mengerti maksudku??”

“ne arasseo..” aku mengangguk

“ayo, ke kantin biar kutunjukan makanan yang enak disini!!” kata Kai sambil menarik tanganku

Jujur saja.. namja itu, G Dragon sepertinya aku pernah melihatnya.. tapi dimana? Aku saja baru pertama kali kesini, mungkin aku melihatnya di TV! Mana mungkin aku mengenal seorang public figure seperti dia.. mustahil.

TBC

Mian, part 1 rada ngebosenin.. hihii janji deh part 2 bakal lebih seru^^

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s