Motel Love 1 (The Reckless Girl and Music Master)

Cast                      : Kwon Ji Yong, Choi Sulli, Jung Krystal & Lee Seungri

Other Cast           : Taeyang, Daesung, TOP & Yang Goon (YG)

Length                 : Chapter

Genre                   : Romance Comedy

Rating                  : G14

 

SULLI POV

“Baby don’t leave me
I know you still love me
Wae geurae soljikhi
Na malhae nigapil yohae my lay lay lay lay lady
My lay Lay lay lay lady”

“Sulli bangunlah kau membuatku malu sekarang” kata Seungri sambil menarik-narik lengan ku supaya menjauh dari rak CD BigBang

“ani.. aku tidak bisa membeli CD ini jadi biarkanlah aku mendengarkan suara Taeyang oppa yang merdu, petikan gitar TOP oppa dan tabuhan drum Dae-ppa”

“aku tidak peduli dengan obsesi mu pada boneka-boneka itu. yang penting aku ingin kau pulang sekarang” Seungri mulai geram dan memaksa ku pulang

“apa? Boneka? Kenapa kau sebut mereka begitu?”

Seungri terdiam sambil mengambil salah satu album BigBang dari rak CD

“aku tidak suka band yang tidak bisa membuat lagu sendiri. Lihatlah apa ada nama salah satu dari mereka disini?” ujarnya menunjuk satu persatu lagu beserta penciptanya

Aku  meneliti  satu  persatu  credits-credits  dibawah  lagu  mereka, Seungri  benar  tidak  ada  satupun  dari  member  BigBang  yang  menciptakan  lagu-lagu  di  tracklist. Tetapi  nama  Kwon Ji Yong  terpapar  jelas  berada  di  seluruh  credits  lagu mereka.  Sepertinya  Kwon Ji Yong  Ini  salah  satu  dari  mereka, tapi  dia  keluar  sebelum  BigBang  debut, itu  hanya  perkiraan  ku  saja.

“aku rasa Kwon Ji Yong ini jelek” ujar Seungri

“kenapa kau bisa berpikir seperti itu?”

“mereka hanya mengandalkan wajah mereka, aku saja tidak terlalu yakin bahwa suara sang vokalis berasal dari kerongkongannya sendiri. Aku rasa agensi itu memecat Kwon Ji Yong karena dia mempunyai wajah yang jelek”

Seungri  terlihat  begitu  yakin  dengan  statement  nya barusan, aku tidak menyalahkannya karena  dia  memang  benar  kalau  Kwon Ji Yong  itu  tampan  kenapa  dia  tidak  ikut  debut dengan  Bigbang.  Tapi  aku  tidak  membenarkannya  juga  karena  Taeyang oppa  memang  memiliki  suara emas  yang  membuat  jiwaku  bergetar  setiap  mendengar  alunan  suaranya.

“ayolah ayo kita pulang aku teraktir ice cream” kata Seungri sambil menarik tanganku

“benarkah! Aku akan pesan yang mahal!”

Aku  mendahului  teman sebangku ku  itu. Aku  dan   Seungri  belajar  sekolah  yang  sama  dan  dibangku  yang  sama  pula, Seungri  selalu  membantuku  jika  aku terlibat  dalam  suatu  masalah. Misalnya  aku  tidak  mengumpulkan  PR, pasti  dia  akan  meminjamkan  PR  nya padaku, dia  teman  terbaik  yang  pernah  kumiliki.

“Sulli..” ujarnya ditengah keheningan

“hm?” jawabku sambil menjilat ice bar ku

“aku… suka duduk denganmu”

Apakah aku salah bicara?! Yaa kau memang bodoh Lee Seungri! Harusnya kau bilang saja bahwa kau menyukainya, bukannya suka duduk bersamanya. Seungri terus memutar otaknya untuk mengutarakan perasaannya yang sebenarnya

“aku juga sangat suka….”

“suka apa?” tanya Seungri memastikan

“mencontek PR mu!!”

Jawaban  Sulli  barusan  membuat  Seungri  merasa  seperti  kejatuhan  Tank Grand Teft Auto.

“ya Sulli! Dasar tukang nyontek” Seungri menjitak pelan kepala ku

“hahahaha kalau tidak mencontek bukan Sulli namanya!” aku berhasil kabur dari cengkraman Seungri

 

KWON JI YONG POV

 

From    : Taeyang

Tunggu saja di depan flat mu, aku akan segera menjemputmu.

Beep beep

Sebuah  limosin  terparkir  tepat  dihadapanku  dan  aku  tahu  betul  siapa  yang  ada  di  dalam  limo  itu

“yak Jiyong! Ayo masuk!”  si kepala Mohawk itu mengajakku untuk masuk

“tidak ada cara yang lebih kampungan lagi untuk pergi ke sebuah flat sederhana menjemput seorang pengangguran dengan limosin seharga satu juta dollar Amerika?” ujar ku

“sudah kubilang dia tidak suka hal-hal seperti ini” ujar TOP hyung yang tiba-tiba nimbrung dalam percakapan ku dan Taeyang

“kami semua tahu itu, kalau saja kau tidak punya masalah dengan…….”

“ssst… kita sudah sepakat tidak membahas masalah itu” kataku menghentikan Daesung melanjutkan omongannya

“yap hari ini kita akan have fun, merayakan BigBang yang berada di peringkat pertama Korean K-Chart” ujar Taeyang memanaskan suasana

“benarkah? Sudah kuduga kalian akan akan berada di peringkat pertama”

“kalian? Yang kau maksud kita kan?” kata TOP

“kau tidak ikut debut bukan berarti kau bukan bagian dari BigBang” ujar Daesung

“tanpa lagu-lagu mu, tidak akan ada Bigbang” Taeyang menekankan

“terimakasih karena sudah sebaik ini”

“bersulang untuk BigBang?” Daesung mengangkat gelasnya, diikuti dengan TOP, Taeyang dan diriku.

Memang  sulit  sekali  berpura-pura  bahwa  kau  adalah  salah  satu  dari  mereka  yang  sebenarnya  bukan  salah  satu  dari  dirimu. Mungkin  orang-orang  akan  membodoh-bodohi  ku  jika  mereka  tau  bahwa  seorang  Kwon Ji Yong  ini  menolak  untuk  debut  hanya  untuk  seorang  wanita  jalang  ia cintai, wanita  jalang  yang  tidak  berguna  yang  telah  menyakiti  hatinya, kenyataannya  sampai  sekarang  aku  pun  belum  bisa  lepas  dari genggamannya. Kurasa  aku  kecanduan  mencintainya.

Click

Seseorang  menyalakan  lampu  di flatku  ketika  aku  sampai.

“goodnight” ujar seorang wanita yang memakai kemeja putihku dengan bawahan hotpants pendek

“sejak kapan kau disini?” tanyaku sambil meletakan jaketku di hanger

“begitukah caramu menyambut kekasihmu yang sudah lama tidak kau jumpai?” Krystal memelukku dari belakang

“kau sudah makan? Mau kubuatkan ramyun?”

“kau masih tidak mau kembali ke BigBang? Yang Goon sangat mengharapkanmu kembali ke BigBang”

“sudah kubilang berapa kali, jangan sebut nama itu di depan ku lagi” ujarku geram

“bahkan kau tidak mau kembali… demi aku?”

Wanita  ini  selalu  bisa  meyakinkan  ku  dalam  segala  hal, kecuali  hal ini. Aku  melakukan  ini  demi  kebaikannya, Krystal  juga  salah  seorang  artis  Yang Goon. Aku  sudah  tahu  bahwa  kekasihku  ini  rela  bersetubuh  dengan  Yang Goon  hanya  untuk  mewujudkan  debutnya  sebagai  seorang  penyanyi, aku  sengaja  tidak  memberitahu  Krys  kalau  aku  tau  apa yang  ia  perbuat  dibelakangku. Suatu  saat  nanti  aku  akan  meninggalkannya.

“tidak” jawabku singkat sambil memberikan ramyun padanya

“aish kau selalu saja mengecewakanku!”

Apa? Mengecewakannya? Harusnya  aku  yang  berkata  seperti  itu  dasar  jalang  tidak  tahu  diri.

“aku tidak mau memakannya, wajahku jadi bengkak keesokan harinya kalau aku makan ramyun malam-malam” katanya sambil loncat ke tempat tidurku

“Krys, aku tidak sedang ingin ‘melakukan’ nya malam ini” kataku sambil menatapnya yang hanya mengenakan bra dan pantie di tempat tidurku

“Jiyong.. aku sudah lama tidak bertemu denganmu, melakukan hal kecil untukku saja kau tidak mau?”

“lupakanlah aku akan tidur di tempat lain” ujarku sambil keluar dari flatku, meninggalkan Krystal sendirian

Jujur  saja  sebenarnya  aku  tidak  punya  tempat  untuk  dituju  sekarang, Taeyang  tidak  pernah  ada  dirumah  pada  malam  hari, TOP  mendengkur  sangat  keras  dan  Daesung  tinggal  bersama  ibunya  yang galak. Terpaksa  aku  harus  mencari  penginapan.

Aku  berhenti  disebuah  penginapan  didaerah  pinggiran  kota Seoul, kurasa  cukup  hangat  untuk  sebuah  penginapan  kecil. Aku  memasuki  penginapan  itu  dan  memutuskan  untuk  bermalam  disini.

“selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu?” ucap seorang ahjumma penjaga counter begitu aku memasuki penginapan itu

“aku ingin bermalam disini, tolong siapkan kamar yang hangat untukku”

“baiklah, aku minta tuan mengisi daftar hadir pengunjung ini sementara aku menyiapkan kamar untukmu” kata ahjumma itu sambil menyodorkanku buku tamu dan pulpen

Aku  membolak-balik  halaman  demi  halaman, sudah  kuduga  penginapan  kecil  seperti  ini  pasti  sangat  serat  pengunjung. Malam  ini  hanya  aku  yang  menginap  disini, banyaknya  penginapan  besar  berfasilitas  mewah  pun  membuat  bisnis  kecil  seperti  ini  tertindas. Sesungguhnya  aku  lebih  menyukai  tempat  seperti  ini  daripada  tempat-tempat  mewah  berkarpet  dingin.

“tuan kamarmu sudah siap” ujar ahjumma itu sembari memberiku kunci kamar

Tangga  penginapan  ini  berdenyit  setiap  kulangkahkan  kaki ku  pada  salah satu  anak tangganya. Penginapan  ini  menekankan  suasana  rumah  untuk  membuat  setiap  pengunjung  yang  datang  merasa  seperti  berada  di  rumahnya  sendiri. Aku  memasukan  kunci  kedalam  kamar  nomor  04.

Kehangatan  merasuki  ku begitu  aku  masuk  kedalam  kamar, perapian  hangat  terletak  7  kaki  dari  tempat  tidur ku, kurasa  malam  ini  aku  tidak  perlu  memakai  selimut.

SULLI POV

“Sulli-ah bangun!! Kau terlambat sekolah!” teriak eumma ku dari luar diikuti dengan suara dentuman keras di pintu kamarku.

Aku  menggeliat  di tempat tidurku  tidak  rela  menghempaskan  tubuh ku  dari  tempat tidur  ku  yang  nyaman  ini. Butuh  5  menit  untukku  untuk mencoba  terduduk  di  kasurku, aku langsung  menyambar  handuk pink  ku  dan  pergi  ke  kamar mandi.

Aku  berjalan  gontai  menuju  kamar mandi, aku  tidak peduli  seberapa  terlambatnya  aku  untuk  pergi  kesekolah  karena  semalaman  mengikuti  berita  tentang  BigBang  di TV  sampai  jam 3  pagi, dan  aku  yakin  aku  bukan  satu-satu  nya  siswi  yang  terlambat  di  sekolah  ku  karena  menonton  acara  keren  itu.

Ceklek

Aku  membuka  pintu  toilet  dan  ada  sesuatu  yang  aneh, aku  melihat  seorang  pria  duduk  di kloset  dengan  wajah  lusuh  dan  rambut  hitam  yang  tidak  kalah  acak-acakan. Matanya  masih  setengah  melek, pria  itu  mencoba  menelusuri  seisi  toilet  dengan  mata  nya  yang  sipit itu. DIA MELIHAT KEARAH KU!! Matanya  yang  tadi  setengah  terbuka  sekarang  terbelak  melihat  seorang  perempuan  melihatnya  dalam  keadaan  seperti itu.

“YAK!!!! Apa yang kau lakukan!!!” teriaknya disertai aku yang sontak mentup pintu toilet itu

Aku  terduduk  di depan  pintu  kamar mandi  mencoba  menelaah  apa  yang  barusan  kulakukan, kenapa  aku  tidak  langsung  menutup  pintu  kamar mandi  itu  dan  malah  melihat  pria  itu  sedang  mengurus ‘urusannya’  di  dalam. Pasti  pria  itu  mengira  aku  semacam  penguntit  atau  semacamnya, aku  harus  meluruskan  hal  ini  sebelum  pria  itu  berpikiran  yang  macam-macam  tentangku.

Ceklek

Pintu kamar mandi  itu  terbuka  dan  tampil lah  sesosok  pria  yang  tidak  tinggi, berambut  hitam  cute  dan  terlihat  mengerucutkan  bibir  kecilnya  itu.

“jwesonghamnida” ucapku begitu ia keluar dari kamar mandi

“tidak, ini salahku karena tidak mengunci pintu ketika di dalam”

“apa kau menginap disini?” tanyaku

“iya, aku datang ke tempat ini tadi malam. Kau menginap disini juga?” tanya pria itu

“ah tidak, aku tinggal disini. Eumma ku adalah pemilik penginapan ini”

“oh kau putri sang pemilik? Baiklah aku akan sarapan, kau boleh memakai kamar mandi itu jika kau mau” pria itu pergi ke bawah untuk mengambil makanan

Aku  menelusuri  setiap  bagian  tubuh  pria  mungil  itu, dia  tampan.

 

KWON JI YONG POV

 

“apa kau punya selai kacang?” tanya ku pada ahjumma pemilik penginapan

“ada, tunggu sebentar akan ku ambilkan”

Kretek kretek

Seseorang menuruni tangga

“selamat pagi” ucap gadis yang tadi ku temui di kamar mandi, tetapi sekarang lengkap dengan seragam sekolahnya

“selamat pagi, apa kau akan sarapan? Eumma mu sedang mengambil selai kacang”

“ah ne” jawabnya

Dia  duduk  di depan ku  sambil  meminum  susu  yang  sudah  ahjumma  siapkan  untuknya. Badannya  sangat  tinggi, kulitnya   putih  seputih  susu, dan rambut  panjang  nan  bergelombang  nya  tergerai  indah. Dia  terus  menatap  gelas  susu  nya  yang  telah  habis  ia  minum. Kurasa  dia  gugup  melihat  seorang  pria  yang  ia  lihat  di  kamar mandi  barusan  dalam  keadaan  yang  tidak  pantas  sekarang  duduk  tepat  di depannya.

“kau sekolah dimana?” tanyaku memecah keheningan diantara kami berdua

“ah itu di SMA Genie” jawabnya kikuk

“kelas berapa?” tanyaku lagi

“kelas 3, sebentar lagi aku akan ujian”

“wah kau harus melakukannya dengan benar” ujar ku

“ini selai kacang untukmu, Sulli kau mau makan apa?” kata ahjumma datang membawa selai kacang dan beberapa potong roti

“tidak usah eumma aku harus segera berangkat sekolah” kata gadis itu sambil beranjak dari kursinya

Aku sontak menahan tangannya dan berkata “bolehkah aku mengantarmu? Aku juga ingin pergi keluar, sekalian saja mengantarmu”

Terlihat  sekali  bahwa  gadis  itu  masih  kecil, buktinya  saat  aku  memegang  tangannya  wajahnya  yang  tadinya putih  bersih  berubah  seperti  buah  persik  saat  ku  pegang  tangan  lembutnya  itu.

“ide bagus! Kau sebaiknya berangkat dengan nak Jiyong” ahjumma setuju denganku

“Jiyong?” gumamnya mengingatkan ku bahwa dari tadi aku berbincang dengannya tanpa memperkenalkan diriku sama sekali

“ah Kwon Ji Yong imnida, bangapsumnida” kata ku sambil menjulurkan tanganku untuk berjabat tangan, tapi anak ini malah membungkuk 90derajat.

“Choi Sulli imnida” ucapnya sambil membungkuk

Sikap  kikuk  Sulli  membuatku  ingin  tertawa  setiap  melihat  wajah  polos  nan cantik  miliknya.

“sudah siap?” ucapku sambil menyuruh Sulli mengencangkan pegangan di pinggul ku, karena aku tidak suka mengemudikan motorku dengan kecepatan lambat.

Sulli   mengencangkan  pegangannya  di pinggulku, bisa  kubayangkan  wajahnya  yang  merah  padam  sekarang  karena  memeluk  seorang  pria  yang  baru  ia  kenal  dan  bukannya  narsis  tapi  aku  juga  tampan  dan  pasti  itu  yang  ada  di pikiran  anak  ini.

Angin  pagi  ini sangat  menyejukkan, ku  kemudikan motorku  dengan  cepat  agar  Sulli  bisa  merasakan  anginnya, Gadis  ini  memejamkan  matanya  sambil  merasakan  sejuknya  angin  pagi  ini. Gadis  kikuk  ini  memberikan  satu  solusi  dari  semua  masalahku, Krystal. Pertama-tama  aku  harus  putus  dari  yeoja  itu, hanya  Sulli lah  yang  bisa  kuandalkan  untuk  saat  ini. Yap  aku  akan  meminta  gadis  yang  baru  ku kenal  3jam lalu  untuk  menjadi  pacarku.

SULLI POV

Aku  turun  dari  motor  Jiyong  dengan  bantuannya.

“kamsahamnida” aku membungkuk dan hendak pergi

“tunggu”

Jiyong  menarik  pergelanganku, aku  menoleh  menatap  pria  cute  itu untuk  kesekian  kalinya. Sekali  lagi  dia  menyentuh  pergelangan  tanganku  kurasa  aku  akan  mati  akibat  debaran  jantung  yang  tak  terkontrol.

“kau percaya cinta pada pandangan pertama?” tanyanya frontal

“p-percaya” jawabku kikuk

“Jadian yuk?”

Begitu  kalimat  itu  terlontar  dari  mulut  mungilnya  aku  merasa  seperti  beberapa  ton  bunga  menghantam  kepalaku. Rasanya  bahagia  tapi  kaget  juga, bagaimana  bisa  kau  menjalin  hubungan  dengan  pria  yang  baru  kau  kenal  3jam  yang  lalu.

“diam itu berarti iya, kemarikan ponsel mu” aku  memberikan  ponselku  padanya, terlihat jemari  yang  berhias  cincin  Chrome Hearts  itu  asyik  mengetik  sesuatu  di  ponselku.

“sudah ku save nomorku, kau bisa menghubungiku kalau kau rindu padaku. Eh iya tapi aku masih akan menginap beberapa hari lagi di penginapan ibumu, jadi kau tidak perlu khawatir” jelasnya

Aku  hanya  meng-iyakan  setiap  ucapan  Jiyong  yang  serba  cepat, bagaimana  dia  bisa  meminta  seorang  gadis  yang  baru  ia  kenal  3jam  lalu  untuk  menjadi  kekasihnya? Tapi  aku  juga  tidak  bisa  berbuat  apa-apa. Jujur  saja  aku  memang  menyukai  pria  itu  bahkan  pada  saat  aku  mendapatinya  di  kamar mandi.

“kalke” ucap Jiyong sambil tersenyum dan mengusap rambutku lalu pergi dengan motornya

Aku  merasa  seperti  mimpi, Kwon Ji Yong  adalah  pacar pertama ku…

TBC

Equipoise [ONE SHOOT]

Image

Tittle    : Equipoise

Author : Diyan Yuska (@ShiraeMizuka)

Rating : G

Genre : Romance, Angst

Length : Oneshot

Cast : Choi Seung Hyun (TOP Bigbang), Choi Eun Kyo (OC’s), Park Boom (2ne1)

Disclaimer : My own plots and idea. Be careful to typos, cause this fiction has no betaed yet. All casts except OC’s belongs to themselves. First Published : http://fanfictionist.wordpress.com/

RCL to appreciate this story.

“Oppa…”

Seung Hyun menoleh pada gadis di sebelahnya, yang kini tubuh mungilnya sedang terayun-ayun perlahan oleh ayunan tali itu.

Baik ia maupun gadis itu masih sama-sama mengenakan seragam sekolahnya. Tadi sepulang sekolah, Seung Hyun memang langsung membonceng Eun Kyo dengan sepedanya menuju taman yang tak jauh letaknya dari tempat mereka bersekolah. Keduanya sama sekali tidak peduli jika nanti saat kembali ke rumah mereka akan dimarahi oleh orangtua mereka masing-masing karena pulang terlambat.

“Ada apa Eun Kyo-ya?” tanya Seung Hyun.

Eun Kyo terdiam sesaat, tapi keterdiamannya benar-benar hanya sesaat karena kemudian, dengan spontan ia sudah menyengir lebar.

“Aku sepertinya jatuh cinta padamu, oppa…”

“Ngh?” Mata Seung Hyun membola keheranan.

“Seterusnya, tidak peduli berapa kalipun, sepertinya aku akan terus jatuh cinta padamu.” lanjut Eun Kyo lagi. Dengan cepat semburat merah menghiasi pipinya.

Dan kali ini giliran Seung Hyun yang terdiam. Tapi sama saja dengan Eun Kyo, keterdiamannya hanya sesaat.

“Kenapa baru sekarang, Eun Kyo-ya?” tanyanya dengan cengiran yang sama lebarnya dengan milik Eun Kyo tadi. “Aku bahkan sudah jatuh cinta padamu sejak lama…”

~~~~~~~~

Author POV

Gadis itu berlari-lari kecil dengan sedikit terengah-engah. Bangunan itu sudah tertangkap dalam penglihatannya.

Sedikit lagi. Ya, sedikit lagi…

Dan sekali lagi senyum gadis itu menguar. Mencoba mengabaikan deru nafasnya yang terdengar tersengal-sengal, gadis itu semakin mempercepat langkahnya.

Sedikit lagi…

Ketika bangunan itu berada tepat di hadapannya, gadis berhenti sejenak. Tatapannya liar dan mencari-cari, menembus dinding kaca yang menjadi etalase bagian depan bangunan itu.

Disana… Lelaki itu ada disana… Lelaki itu sedang menunggunya…

Senyum gadis itu seketika merekah… “Oppa…” bisiknya lirih.

Sepasang kakinya melangkah spontan tanpa dikomandoi, semakin mendekat ke pintu bangunan itu. Langkahnya terasa begitu enteng, seakan degup jantungnya yang cepat dan kuat tengah memompakan tenaga tak terhingga untuk mengangkat tubuhnya, hingga ia serasa melayang…

Ringan dan seakan tanpa beban…

Pintu masuk ruangan itu didorongnya. Untuk sesaat ia bertingkah tamak dengan menghirup udara di sekitarnya dengan begitu cepat dan dalam, seakan udara di sekelilingnya tak lagi boleh dihirup siapapun selain dirinya sendiri dan kemudian ia melepasnya lewat hembusan pelan dan teratur…

Sekarang lebih baik. Jantungnya tidak lagi serupa genderang perang yang sedang ditabuh. Akan tetapi efek lain dari hal itu adalah wajahnya yang dirasanya kini memanas seketika. Ketika ia menangkap sekilas bayangannya di cermin-cermin yang terpasang sebagai hiasan interior ruangan itu, seketika ia terkesiap dengan warna itu, warna yang memerah luar biasa kini merona dan menjalar begitu saja di sepanjang area pertulangan pipinya yang agak berisi.

Astaga… Sebegitu berefekkah kehadiran lelaki ini baginya?!

Dia mendekat, semakin mendekat ke meja tempat lelaki itu menumpukan tangannya yang jari-jarinya dipertautkan satu sama lain.

“Oppa…”

Gadis itu memanggil lelaki itu dengan suara tercekat, genderang kembali ditabuh tepat di rongga dadanya…

Lelaki itu mengangkat wajahnya dan menatapnya.

“Eun Kyo-ya…”

Lelaki itu menyebut namanya…

“Seung Hyun oppa…”

Dan gadis itu pun balas menyebut nama lelaki itu.

Cukup. Hanya dengan begitu saja Eun Kyo merasa dirinya telah begitu tercukupi. Hatinya terasa begitu penuh hanya dengan mendengar suara berat lelaki itu memanggil namanya. Ia tak butuh apapun lagi. Selain lelaki itu tentu saja…

Sederhana sekali untuk mengartikan cinta bagi gadis itu saat ini. Cintanya adalah Choi Seung Hyun. Dan Choi Seung Hyun adalah cintanya. Mudah sekali…

“Duduklah. Kau berkeringat, kau berlari kesini?” tanya lelaki itu padanya.

Sulit dipercaya, bagaimana mungkin suara berat itu bisa mengalunkan kalimat dengan begitu lembut seperti itu di telinga Eun Kyo…

“Duduklah.” tegur lelaki itu sekali lagi karena gadis di depannya tak juga memberikan reaksi. Ia menggerakkan dagunya ke arah kursi di depannya mengisyaratkan di sanalah Eun Kyo harus duduk.

Gadis itu menurut. Tanpa mengalihkan tatapannya dari lelaki di depannya itu, Eun Kyo duduk di kursi itu.

“Oppa… Aku merindukanmu, kau tahu?” ujar gadis itu setengah berbisik. Akhirnya ia menyuarakan apa yang menjadi hasratnya…

Tentu saja Eun Kyo merindukan kekasihnya. Jarak dan waktu dengan begitu kejamnya telah memisahkan ia dengan lelaki yang ia cintai.

Dua tahun. Dua tahun ia tidak bisa melihat rupa lelaki itu secara langsung, tidak juga mendengar suaranya dan tidak juga dengan lembutnya sentuhan dan pelukan yang biasa ia dapatkan dari lelaki itu.

Dan kini, kerinduan yang telah diredamnya di dua siklus musim yang telah berlalu akan tertebus hari ini. Karena kekasihnya itu kini telah berada di hadapannya.

…tapi kenapa?

Kenapa lelaki itu tidak membalas ungkapan kerinduannya? Choi Seung Hyun kini mengalihkan tatapannya. Ia jelas-jelas sedang menghindari tatapan Eun Kyo padanya.

“Kau mau minum apa, Eun Kyo-ya? Bagaimana kalau lemon tea? Kau suka?” Lelaki itu bertanya. Dari suaranya yang bergetar, siapapun akan tahu kalau lelaki itu tengah menyimpan kegugupan.

Demi Tuhan…

Ada apa ini? Lelaki di depannya kini memiliki rupa Seung Hyun, tetapi tidak dengan perilakunya. Choi Seung Hyun-nya tidak pernah bertanya tentang kesukaan Eun Kyo. Dia tidak akan menanyakan sesuatu yang telah dihafalnya di luar kepala. Bukankah selama ini Choi Seung Hyun selalu tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh Choi Eun Kyo?!

Segala perasaan bahagia yang hingga beberapa detik lalu masih memenuhi dadanya seakan sirna seketika. Tergantikan oleh rasa cemas yang terasa begitu menekan. Gadis itu merasa sesuatu yang buruk akan terjadi sebentar lagi.

“Ada apa sebenarnya, oppa? Katakan saja apa yang ingin kau katakan…”

Seung Hyun mengembalikan tatapannya pada Eun Kyo. Matanya menatap lurus ke mata Eun Kyo yang membola dan memperjelas sorot menunggu disana.

Ah, seharusnya Choi Seung Hyun tahu, tidak ada gunanya bersikap basa-basi pada Eun Kyo. Gadis itu terlalu mengenalnya.

“Baiklah. Yang barusan itu kesalahanku, seharusnya aku tahu tidak ada gunanya menutup-nutupi sesuatu darimu.” desah Seung Hyun.

Untuk sesaat lelaki itu terdiam dan untuk sesaat kemudian ia menghela nafas dalam.

“Eun Kyo-ya… bagaimana kalau kita akhiri saja hubungan kita?”

Serentetan kalimat itu telah cukup untuk membuat Eun Kyo merasa hatinya baru saja dihancurkan hingga menjadi kepingan-kepingan kecil.

“Tapi kenapa?” Dan pertanyaan naif itu meluncur begitu saja dari bibir Eun Kyo dengan nada sangat menuntut.

“Aku sudah tidak mencintaimu lagi, Eun Kyo-ya…”

Choi Seung Hyun sudah tidak mencintaiku lagi. Batin Eun Kyo mengulang kalimat Seung Hyun.

Lelaki itu berkata tidak mencintainya disaat ia sadar cintanya pada lelaki itu justru semakin besar.

Tidak ada lagi yang bisa menahan air mata itu untuk luruh di pipi Eun Kyo, pipi yang beberapa saat lalu masih merona karena menyambut pertemuan ini.

“Dengarkan aku Eun Kyo, cinta itu adalah ketika kau mempunyai perasaan yang sama dengan pasanganmu. Sama jenisnya dan sama besarnya. Ketika selisih antara perasaan keduanya menjadi semakin besar, maka cinta itu hanya akan menjadi sumber penderitaan. Begitupun aku, kini… selisih perasaan kita sudah terlalu jauh dan aku tak ingin ada siapapun diantara kita yang akan tersakiti karena hal ini, terlebih itu kau. Aku harap kau mau mengerti…”

Seung Hyun kini terdiam. Ia tahu apa yang ia ucapkan itu akan sangat menyakiti Eun Kyo. Gadis yang menjadi sahabat kecilnya dan lima tahun terakhir berubah status menjadi kekasihnya.

Tapi bisa apa? Perasaan bukanlah sesuatu yang bisa ia atur dengan mudahnya. Ia tidak sanggup lagi rasanya mengimbangi besarnya cinta yang Eun Kyo berikan padanya. Ia sudah membaginya kepada gadis lain dan itu membuatnya merasa begitu berdosa jika harus terus merahasiakannya dari Eun Kyo…

oo000oo

Seung Hyun POV

Gadis itu bangkit dari kursinya dengan gerakan kaku serupa robot. Air mata itu masih mengalir dipipinya.

“A-a-aku… harus pergi sekarang, op-pa…” ucapnya terpatah-patah. Dan benar saja. Gadis itu segera melangkah meninggalkan meja yang tadi kami tempati bersama. Ekor mataku tetap mengikuti sosoknya. Saat ia membuka pintu untuk keluar dari kafe ini, ia sempat bertubrukan dengan seseorang. Tapi sepertinya ia tidak peduli lagi. Ia justru mempecepat langkah kepergiannya bahkan tanpa mengucapkan sepatah kata maaf pun meninggalkan orang yang baru ditubruknya dengan raut agak kesal.

Aku terpaku.

Geez! Kenapa begini jadinya?! Aku pikir, setelah mengatakan semuanya pada Eun Kyo dan bersikap jujur padanya aku akan merasa lebih baik. Perasaan bersalah karena telah menduakannya tidak akan lagi menghantuiku.

Sesaat yang lalu, aku masih berpikir inilah keputusan yang terbaik. Aku hanya akan terus menyakiti Eun Kyo jika aku tidak cepat-cepat mengatakan yang sejujurnya padanya. Aku hanya akan terus menerus menambah dosaku dengan mengkhianati cintanya yang begitu besar padaku. Sama sekali tidak ada yang patut kubanggakan dari tindakanku yang seperti pengecut dengan tidak bersikap jujur padanya bahwa aku telah menduakannya cintanya selama setahun terakhir.

Yah, di negeri asing itu, tempatku menuntut ilmu dan sekaligus tempat yang telah memisahkanku dengan Eun Kyo, aku telah menemukan cinta lain.

Seorang gadis yang sedari tadi duduk di meja lain, tak jauh dari mejaku, bangkit dari tempat duduknya. Ia melangkah perlahan dan menghampiriku. Gadis itu duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Eun Kyo. Tangannya terulur pelan dan mengusap tanganku.

Gadis itu tersenyum padaku, seakan ia sedang mencoba memberiku kekuatan lewat senyumannya itu.

“Boomie-ah…”

Aku memanggil nama gadis yang kini ada di hadapanku. Gadis inilah yang telah membuatku membagi cintaku pada Eun Kyo. Seorang gadis lembut dan cantik luar biasa yang membuat cintaku tergoyahkan

“Gwenchana… Ia hanya membutuhkan waktu untuk bisa menerima semuanya…” ucap Boomie mencoba menghiburku. Tapi bagiku, itu sama sekali tidak merubah apapun. Tidak bisa memperbaiki apapun.

“Aku telah menyakiti hatinya, Boomie-ah…” rutukku dengan raut penuh keputusasaan. “Dan… rasa sakit itu juga terasa di hatiku…”

“Aku tahu ini tidak mudah, tidak hanya dia, kau pasti juga akan membutuhkan waktu.” Sekali lagi, Boomie mencoba menegarkanku.

“Rasanya begitu sakit, Boomie-ah dan yang Eun Kyo rasakan pasti jauh lebih sakit lagi…”

“Seung Hyun-ah…”

“Bolehkah aku menyusulnya, Boomie-ah?”

oo000oo

Boom POV

“Bolehkah aku menyusulnya, Boomie-ah?”

Aku bahkan belum menyelesaikan kalimatku saat Seung Hyun mengucapkan kalimat terkutuk itu.

Bagaimana ini? Jangan katakan padaku bahwa aku telah kalah.

Aku mencintai lelaki ini. Sangat mencintainya.

“Untuk apa kau menyusulnya?! Bukankah kau baru saja telah mengakhiri semuanya…” Tanpa sadar nada bicaraku meninggi.

Salahkah? Salahkah bila aku bersikap egois dalam mempertahankan cintaku? Hanya untuk kali ini saja…

Hanya untuk kali ini saja, biarkan aku dengan keegoisanku untuk mempertahankan lelaki ini. Saat itu juga genggaman tanganku semakin erat menggenggam tangan Seung Hyun. Tatapanku tajam menghujam tepat ke manik matanya yang agak kecoklatan.

“Aku tidak bisa melepaskannya, Boomie-ah… Aku tidak bisa…”

“Dan itu artinya akulah yang akan kau lepaskan?” tanyaku pelan namun dengan nada menghakimi. Dadaku terasa begitu sesak saat mengajukan pertanyaan bodoh itu.

“Mianhae…” Kepala lelaki di depanku itu tertunduk begitu dalam, seakan-akan ia tidak akan pernah mengangkatnya lagi untuk selamanya. Seakan ada magnet yang menarik matanya untuk tidak mengalihkan tatapannya dari lantai yang kini ia pandangi.

Aku membisu. Bahkan sebelum aku memperjuangkan apapun, aku sudah kalah telak oleh gadis bernama Choi Eun Kyo itu. Siapapun dia, bagaimanapun gadis bernama Choi Eun Kyo itu, sepertinya ia telah memiliki hati lelaki yang ada di hadapanku kini. Ia sudah memiliki hati Choi Seung Hyun seutuhnya.

“Kenapa baru sekarang kau baru menyadari bahwa kau tidak bisa kehilangannya? Setelah kau memberi harapan padaku. Kau bahkan sampai mengajakku bersamamu untuk hari ini…” ujarku pelan.

“Mianhae, Boomie-ah… Mianhae…”

“Pergilah…” geramku.

Tetapi lelaki di hadapanku sama sekali tidak berniat untuk beranjak dari tempat duduknya.

“Mianhae…”

Dan untuk berpuluh-puluh menit kemudian aku masih duduk terpaku, menemaninya yang terus-menerus menggumamkan permintaan maafnya. Hingga kemudian ponsel milik lelaki itu berdering.

Seung Hyun membiarkannya begitu saja. Sepertinya ia masih berada di dunia lain, dunianya yang masih penuh dengan kata ‘mianhae’ yang sedari tadi terus menerus digumamkannya.

Saat ponselnya berdering kembali, aku sudah tidak tahan lagi. Aku berdecak kesal, “Ck, angkat telponmu, Seung Hyun-ah!”

Dia menuruti bentakanku. Sesaat setelah itu hanya diam dengan ponsel yang masih tertempel di telinganya. Ekspresi di wajah lelaki itu berubah dengan cepat, entah siapa yang berbicara dengannya di ujung sambungan telpon itu. Namun dalam hitungan detik setelah itu, ponsel yang di pegang Seung Hyun terlepas begitu saja dari tangannya. Ponsel itu jatuh ke lantai, terpisah menjadi beberapa bagian.

“Eun Kyo kecelakaan…” bisiknya dengan suara nyaris tak terdengar.

oo000oo

Author POV

Mata gadis itu mengerjap perlahan. Dan seketika itu juga dada lelaki yang duduk di samping tempat gadis itu terbaring, seketika bergemuruh dengan begitu hebatnya. Matanya tak berkedip mengikuti setiap gerakan mata gadis itu, tidak membiarkan sekecil apapun gerakannya terlewati oleh penglihatannya.

Ketika mata gadis di depannya itu benar-benar terbuka, lelaki itu bahkan sudah tidak lagi bisa membendung hasratnya untuk mengulas sebuah senyuman sarat kelegaan yang luar biasa.

“Eun Kyo-ya…” Lelaki itu memanggil nama gadis itu penuh haru.

Tapi gadis itu sama sekali tidak bereaksi. Ekspresi di wajahnya datar sama sekali dan ia justru mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang dipenuhi dengan nuansa putih itu.

“Eun Kyo-ya…” Sekali lagi lelaki itu memanggil nama gadis itu. Barangkali kesadaran gadis yang masih terbaring di hadapannya itu belum sepenuhnya kembali dan ia masih bingung dengan tempat keberadaannya kini.

Setelah tidak menemukan siapapun selain lelaki di hadapannya itu dan dirinya sendiri, gadis itu kembali menatap lelaki itu dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Kau siapa?” tanya gadis itu dengan suara serak.

Dan seketika Seung Hyun tertegun. Sebelumnya, dokter pun sudah menjelaskan padanya tentang kemungkinan yang akan terjadi akibat benturan keras di kepala Eun Kyo saat kecelakaan. Kemungkinan Eun Kyo yang akan kehilangan ingatannya.

Tapi ia tahu, ia tidak—atau setidaknya belum—benar-benar siap bila Eun Kyo akan melupakannya seperti ini…

“Kau siapa?” tanya gadis itu sekali lagi.

Untuk sesaat Seung Hyun terlihat berpikir. Ketika keputusan itu diambilnya, ia segera menyunggingkan sebuah senyuman.

“Aku Choi Seung Hyun, sahabatmu. Dan kau… Choi Eun Kyo adalah sahabatku.”

Yah, mungkin ada baiknya seperti ini. Dia dan Eun Kyo akan memulai semuanya dari awal kembali. Seperti belasan tahun lalu, saat pertama kali ia mengulurkan tangannya kepada seorang gadis mungil yang menjadi tetangganya dan kemudian menjalin sebuah persahabatan hingga akhirnya saling jatuh cinta…

oo000oo

Epilog

1 Tahun Kemudian…

Author POV

Di ayunan yang sama yang mereka gunakan belasan tahun yang lalu saat masih sama-sama duduk di bangku sekolah dasar, Seung Hyun dan Eun Kyo kini duduk berdua sambil menatap langit sore dalam kebisuan.

“Ya, oppa! Jangan menggerakkan tubuhmu terlalu kuat, ayunan itu sudah tua.” tukas Eun Kyo yang mengayunkan tubuhnya lumayan kuat di ayunan di sampingnya.

“Tidak apa-apa. Kalau ayunan ini rusak, aku akan membuatkan yang baru.” kata Seung Hyun santai, tetap bergerak maju mundur dengan ayunannya.

“Ck, bukan masalah itu, kalau kau jatuh bagaimana?” gerutu Eun Kyo lagi.

Seketika Seung Hyun menghentikan gerakannya. Dia menatap Eun Kyo seketika. “Kau mencemaskanku?” tanyanya.

“Tentu saja, oppa kan sahabatku…”

“Ah, benar juga…” gumam Seung Hyun.

“Jadi… sekarang kuliah oppa sudah selesai? Oppa tidak akan kembali lagi ke Jepang?” tanya Eun Kyo penuh harap.

Benar. Eun Kyo berharap lelaki dihadapannya itu tidak akan pergi kemanapun lagi. Sungguh ia tidak akan terbiasa hidup tanpa perhatian lelaki ini…

Saat setahun lalu ia terbangun dari komanya, lelaki inilah yang ada di sampingnya meski tak ada yang tersisa dari ingatannya. Namun lelaki ini benar-benar menjadi sahabatnya. Menjadi ingatan bagi kenangan masa lalunya yang sirna begitu saja. Ada disampingnya, menjaganya…

Meski setelah itu lelaki itu sempat pergi beberapa lama untuk menyelesaikan kuliahnya di luar negeri, tapi kini lelaki itu telah kembali… Dan ia berharap lelaki ini seterusnya akan terus bersamanya.

“Kuliahku sudah selesai dan selanjutnya aku akan menetap disini. Aku tahu ada seorang gadis manja disini yang tidak pernah bisa jauh-jauh dariku…” tanggap Seung Hyun setengah bercanda.

Eun Kyo kontan mencibir.

“Benarkah kita bersahabat sedari kecil, oppa?” tanya Eun Kyo kemudian. Lelaki di sampingnya hanya diam, tidak menjawab pertanyaan gadis itu. “Maafkan aku telah melupakan kenangan kita oppa…”

Seung Hyun kali ini hanya tersenyum kecil dan sebelah tangannya terulur mengusap kepala Eun Kyo lembut, “Gwenchana…”

“Oppa…”

“Ada apa Eun Kyo-ya?” tanya Seung Hyun.

Eun Kyo terdiam sesaat,

“Aku sepertinya jatuh cinta padamu, oppa…”

Seung Hyun tertegun. Membiarkan Eun Kyo meneruskan kalimat yang terdengar begitu familiar di telinganya.

“Seterusnya, tidak peduli berapa kalipun, sepertinya aku akan terus jatuh cinta padamu.” lanjut Eun Kyo lagi. Dengan cepat semburat merah menghiasi pipinya.

Seung Hyun tersenyum kecil. Kenangan mereka belasan tahun yang lalu terulang kembali. Sama persis.

“Kenapa baru sekarang, Eun Kyo-ya?” tanyanya. “Aku bahkan sudah jatuh cinta padamu sejak lama…”

“Eungh?” Eun Kyo menatap heran pada Seung Hyun.

Dan seakan tak peduli dengan sorot kebingungan di mata Eun Kyo, Seung Hyun meraih jemari Eun Kyo ke dalam genggamannya.

“Dengarkan aku Eun Kyo-ya, tak peduli berapa kalipun, aku juga akan terus jatuh cinta padamu. Walaupun mungkin nanti aku merasa jenuh dengan cinta itu, setelah itu aku akan tetap kembali jatuh cinta padamu. Tidak peduli kau melupakanku hari ini, melupakan semua kenangan kita, tidak menjadi masalah sama sekali. Karena masih ada hari esok bagi kita untuk mengukir kenangan baru yang jauh lebih indah.”

Seung Hyun memamerkan senyuman lebarnya pada Eun Kyo. Berharap gadis itu akan terpesona padanya dan jatuh cinta padanya, lagi… dan lagi….

END

Living My Dream [Chapter 1]

Image

Living My Dream

 

Main Cast                 :  Oh Ai Rin, G Dragon, Kai, Sehun, TOP, Park Bom

Support Cast             : EXO, BIGBANG and manymore

Rating                       : G

Leght                          : Chapter

 

Ai Rin POV

*DREAMING*

“Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are.
Up above the world so high,
Like a diamond in the sky.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

When the blazing sun is gone,
When there’s nothing he shines upon,
Then you show your little light,
Twinkle, twinkle, through the night.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

In the dark blue sky so deep
Through my curtains often peep
For you never close your eyes
Til the morning sun does rise
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are

Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are”

“waah suaramu sangat indah seperti biasanya” kata Ji Yong kecil

“hihihi kalau suara ku jelek, kita tidak akan mendapatkan uang sebanyak ini” kataku sambil mengocok kaleng yang berisi koin-koin hasil jaripaya kami berdua

“apa kau besok akan kesini lagi AiRin-ah?” tanyanya

“ania.. aku dan appaku akan pindah ke Seoul..” jawabku sambil meneteskan air mata kala itu

“tidak apa-apa, pasti suatu saat kita akan bertemu” Ji Yong memberikanku sebuah kalung, bandulnya terbuat dari kayu berbentuk hati

“nomu yeppo.. gomawo Ji Yong-ah” akupun memakai kalung buatannya segera setelah aku menerimanya

“Ai Rin-ah, kajja.. waktunya kita berangkat!” appa dan Sehun sudah menungguku dengan mobil

“annyeong Ji Yong-ah!!” aku melambai ke arah sahabat kecilku itu

“annyeong! Aku akan menyusulmu kelak nanti!!” triaknya dari kejauhan

*DREAMING END*

Aku memimpikan hal itu jika aku merasa sedih, mungkin aku ini tidak masuk akal tapi.. aku merindukan anak itu, hihi. Seperti apa ya wajahnya sekarang?

“nunna!! Ayo antar aku ke sekolah!” triak Sehun yang membangunkanku dari lamunan

“Ah! Ne!! aku berpakaian dulu!” triakku

Sehun adalah adikku sekaligus keluarga yang kumiliki sekarang selain appa ku, appa ku melarikan diri 2tahun lalu.. jadi, aku yang bertugas mencari nafkah dirumah ini. Sehun juga membantu ku menyebarkan pamphlet  sepulangnya dari sekolah, memang sangat berat hidup seperti sekarang ini. Sekolah saja aku hanya sampai SMP, wajah ku? Tidak terlalu cantik. Aku hanya punya tekat untuk hidup, itulah yang membuatku bertahan sampai sekarang

Aku mengantar Sehun menggunakan motorku, itu satu-satunya harta yang ayahku tinggalkan.

“annyeong nunna, aku akan ke Gangnam untuk membantumu membagikan pamphlet sepulang sekolah!” kata Sehun begitu kammi sampai didepan gerbang sekolahnya

“ania, kau pasti lelah setelah belajar seharian, lebih baik kau pulang dan makan” kataku sambil mengelus pipinya yang halus

“gwenchanayo, nunna sudah bekerja keras untukku.. aku kesana pukul 3!” kata Sehun sambil berlari menuju ruang kelasnya, aku hanya bisa tersenyum melihat anak itu

Setelah mengantar Sehun akupun langsung berangkat ke Gangnam untuk bekerja, aku bekerja sehari dalam 3pekerjaan yang berbeda, pagi hari aku mengantarkan koran, siang sampai sore hari aku menyebarkan pamphlet dan malam aku bekerja di sebuah restoran cepat saji sampai jam 4pagi, berat hah? Menurut ku tidak, selama masih ada Sehun disisiku aku merasa semua terasa ringan, alasan aku menyekolahkan Sehun adalah aku percaya bahwa suatu hari nanti anak itu akan menjadi guncangan besar untuk dunia.. untuk menciptakan guncangan itu dia harus sekolah kan? Maka itu aku menyekolahkan sehun J

“Ai Rina, sebarkan pamphlet di area stasiun!” triak sang boss

“nde bosseu” aku bergegas pergi ke stasiun untuk menyebarkan pamphlet-pamflet ini

uri sigdang e waseo balabnida” itu yang kukatakan sembari membagikan  pamphlet-pamflet ini

Saat aku sedang sibuk membagikan pamphlet, aku melihat seorang wanita tua dengan gelas kaleng di depannya, dari pakaiannya pasti dia seorang pengemis dan belum makan selama berhari-hari, aku pun menghampiri wanita tua itu

“halmoni, gwenchanayo?” kataku

“kasihani saya nak, saya belum makan berhari-hari” katanya lirih

Bagaimana aku bisa memberinya uang, untuk makan saja aku sudah susah. Ottoke? Tapi aku juga tidak bisa membiarkan nenek ini kelaparan.. sejenak kulihat uang yang ada di dompetku saat ini, uang ini tadinya akan kubelikan makan malam untukku dan Sehun.. tapi kurasa nenek ini lebih membutuhkannya daripada aku, aku hendak member semua uangku ke nenek-nenek itu tapi..

‘grep’ seseorang menahan tanganku

“apa nunna gila?! Kita mau makan apa??!” kata Sehun yang tiba-tiba sudah muncul dibelakangku

“Sehunnie, sejak kapan kau ada disitu?” tanyaku kaget

“sudahlah nak, kalau kalian juga sedang susah. Tidak usah memaksakan diri untuk memberiku uang” kata nenek itu bijak

“ania, kami masih ada makanan dirumah” aku mengelak dan hendak memberikan uang ku padanya

“makanan apa hah? Nunna, sudahlah kita juga sama-sama tidak mampu” kata Sehun untuk kedua kalinya menahan tanganku

“Sehun-ah, kau taukan kita masih ada tempat tinggal, sedangkan nenek ini? Kau bisa lihat sendiri kondisinya. Kita harus saling menolong Sehun-ah” aku hendak memberikan uang itu tapi

‘grep’ Sehun menahan tanganku lagi

“Waeyoo??!” sekarang aku marah-_-

“bagaimana kalau kita bantu saja halmoni mencari uang, kita ngamen aja! Untung saja kubawa gitarku ini” kata Sehun sambil mengelus-elus gitar kesayangannya

“aku tidak yakin suaraku sama seperti dulu” keluh ku

“yak! Suara nunna tidak akan pernah berubah, akan selalu terdengar indah di telingaku” kata Sehun sambil tersenyum ke arahku

Sehun bergegas mempersiapkan segalanya, mulai dari bangku sampai kaleng untuk menampung recehan, Sehun pun mulai memetik gitarnya dan akupun mulai bernyanyi

“Eonjengan i nunmuri meomchugil

Eonjengan i eodumi geodhigo

Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil

 

Jichin nae moseubi

Jogeumsshik jigyeoweojineun geol neukkimmyeon

Dabeorigo shipjyo

Himdeulge jikkyeoodeon kkumeul

Gajin geotbodaneun

Bujokhan geoshi neomunado manheun ge

Neukkyeojil ttaemada

Darie himi pullyeoseo na jujeoanjyo

 

Eonjengan i nunmuri meomchugil

Eonjengan i eodumi geodhigo

Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil”

IU SOMEDAY

 

‘clung clung’ suara koin pun terdengar sedaritadi aku bernyanyi, syukurlah.. halmoni bisa makan kalau begini caranya^^

 

“ini halmoni, uang nya” kataku sambil memberikan uang yang tadi terkumpul

 

“nunna, bisakah kita ambil bagian sedikit??” bisik Sehun

 

“aniaa, kitakan sudah janji akan memberikan uang ini kepada yang lebih membutuhkan! Apa kau lupa Oh Sehun?!” aku memarahinya

 

“aigoo aigoo, ini setengah dari uangnya.. kalian sangat berhak mendapatkannya” halmoni memberikan uangnya pada kami

 

“jinja!!?? Kanshahamnida halmoni!! Jalga!” ucapku dan Sehun berbarengan

 

Aku dan Sehun membeli Mul Naengmyeon untuk makan malam

 

Sesampainya kami dirumah, Sehun langsung membabat habis Nasengmyeonnya

‘knock knock’ seseorang mengetuk pintu

“nunna, bukakan pintu. Aku sedang makan nihh” perintah Sehun

“yak! Berani-beraninya kau menyuruh nunnamu!!” aku hendak memukul Sehun, tapi karena ketukan tak sabar didepan, pukulan ku terhadap Sehun kutahan

Aku membuka pintunya dan seorang ahjussi dan beberapa ahjussi yang seperti bodyguard berdiri dibelakang nya

“nuguseyo?” tanyaku

“Kim Seok Hyun imnida, kepala sekolah Seiso Academy” kata ahjussi itu sambil menunjukan tanda pengenalnya

“ada perlu apa kau denganku?” tanyaku heran

“aku melihatmu dan adikmu bernyanyi di Gangnam tadi.. dan.. kuminta kau bersedia menjadi murid di Seiso” jawabnya

Hah? Murid? Di Seiso?! Aku memang sering mendengar nama sekolah itu disebut-sebut, sekolah itu memang bukan sekolah biasa. Sekolah itu tempat semua artis Korea menuntut ilmu.. tapi.. untuk apa dia menyuruhku untuk belajar di sekolah elite seperti itu?

“jwesonghamnida ahjussi, tapi seperti yang anda lihat.. aku tidak mungkin mampu membayar biaya sekolah dengan keadaan seperti ini” aku berusaha menjelaskan keadaanku sekarang pada ahjussi itu

“tak perlu kaupikirkan soal biaya, kau dan adikmu mendapat beasiswa jika bersekolah di seiso. Aku tertarik dnegan kemampuanmu bernyanyi dan permainan gitar adikmu itu” sambungnya

“nunna, siapasih yang bertamu malam-malam???” tanya Sehun yang baru selesai dengan  makanannya

“sudah kau masuk saja sana!!!” aku mendorong Sehun masuk dan mengunci pintunya dari luar

“jadi, bagaimana menurutmu?” tanya ahjussi itu

“akan ku pikirkan..” jawabku

“akan kudengar keputusanmu, besok kau datang ke Seiso.. aku yakin kau tau dimana Seiso, baiklah aku pergi” kata ahjussi itu sembari masuk kedalam mobil mewahnya

‘ceklek’ kubuka kunci dan pintunya

“nunna!! Jawab dia itu siapa???” tanya Sehun tiada henti

“apa kau tau Seiso Academy?” tanyaku padaa Sehun tanpa menghiraukan pertanyaannya yang sebelumnya

“jelas aku tau!! Itu sekolah terkenal! Hufft, andai saja appa tidak bangkrut, mungkin aku bisa masuk ke sekolah brilliant itu.. waeyo nunna?”

“ania.. apa menurutmu jika kita berdua masuk Seiso itu.. ide yang bagus?” tanyaku lagi

“nunna! Itu ide yang sangat bagus! Kita berdua bisa debut, dan tidak perlu bersusah payah seperti sekarang ini. Apakah kita akan masuk Seiso? Tapi.. kita kan tidak punya uang” kata Sehun

“tadi ada seorang ahjussi dia mengaku sebagai kepala sekolah Seiso, dia melihat kita mengamen dijalan dan meminta kau dan aku untuk masuk sekolahnya” jelasku

“jinja??!! Woahh, kita harus masuk sekolah itu!!! kesempatan tak datang 2kali nunna!” kata Sehun sangat antusias

“baiklah akan kubilang pada ahjussi itu” jawabku

“JINJA!!!!! AIGOO!! Saranghyeo Ai Rin nunna!!!!” kata Sehun sambil memeluk dan mencubit pipiku, aigoo anak ini-_-. Kuharap keputusan yang kuambil ini keputusan yang terbaik..

Keesokan paginya aku membawa berkas-berkasku dan Sehun untuk diserahkan pada ahjussi Seiso itu

Aku tercengang ketika memasuki istana yang disebut ‘Sekolah’ itu, bangunan yang megah, fasilitas yang lengkap dan siswa siswi nya yang berwajah tampan dan cantik… aigoo, ternyata sekolah ini bukan hanya omongan semata

“ada yang bisa ku bantu?” tanya seorang yeoja cantik berseragam lengkap

“aku ingin bertemu dengan kepala sekolah” jawabku

“oke, ikut aku” yeoja itu sangat baik ingin mengantarku

“kansahamnida” ucapku pada yeoja itu lalu mengetuk pintu

“masuk” kata suara didalam

“annyeonghaseyo” kataku begitu masuk ke ruangan itu

“aigoo, akhirnya kau datang juga.. jadi, bagaimana keputusanmu?” tanya ahjussi itu

“aku dan Sehun akan sekolah disini..” jawabku

“bravo!! Hmm, aku tidak sabar melihat kemampuanmu” katanya sedikit menantang

“tapi… aku ada kerja part time.. bisakah aku pulang lebih cepat?” tanyaku khawatir

“aigoo, masalah uang tak perlu kau pikirkan.. sekolah akan membiayai kehidupanmu selama kau masih bersekolah di Seiso” jelasnya

“aniaa, aku masih bisa menghidupi Sehun dan diriku. Jadi tak usah bersusah payah” aku menolak tawarannya

“aku tidak mau kau diperlakukan berbeda oleh siswa-siswi disini, jadi.. kau harus menerima sedikit bantuan ku ini. Dan.. kau bisa tempati apartemen kecilku di Seoul, anggap saja ini hak mu sebagai murid Seiso” katanya sambil melemparkan sebuah kunci apartemen

“jinja??! Aigoo ahjussi kau terlalu baik” kataku tak enak

“sudahlah.. kusuruh orang untuk memindahkan barang-barangmu.. dan satu hal lagi, kau tak perlu merasa tak enak padaku. Aku melakukan ini karna bakatmu yang luar biasa, aku yakin nanti kau akan debut lebih cemerlang dari pada siswa-siswi lain..” katanya

“kansahamnida ahjussi!!!!!!!” aku menangis dan memeluk ahjussi itu dengan erat

Akupun pulang kerumah dan…. Ahjussi itu memang tidak bercanda tentang mengirim orang untuk memindahkan barang-barangku dan Sehun

“nunna!!! Apakah benar kata mereka?? Kita benar-benar akan sekolah di Seiso!!!??” ujar Sehun yang berlari begitu menyadri kedatanganku

“nee! Kita akan belajar disana dan pindah ke tempat yang lebih layak!” ujarku tak kalah senang

“DAEBAK!!!!!! Saranghyeo Ai Rin nunna!!!!” aku dan Sehun terus bersorak sorai kegirangan dan pergi ke apartemen baru kami yang diberikan ahjussi.. eh maksudku kepala sekolah itu hehe

Apartemen yang diberikannya memang tak terlalu besar, tapi 1000x lebih baik dari tempat tinggal kami sebelumnya, furniture nya juga sudah diganti dengan yang baru, kulkasnya pun sudah penuh dengan makanan enak, tidak lupa dengan seragam Seiso kami sudah tergantung di lemari kami masing-masing. Thanks God for your kindness^^

Keesokan harinya..

Aku dan Sehun pun berangkat ke sekolah baru kami itu, yap! Seiso.

“omo! Kau yeoja yang kemarin kan? Kau murid barunya?” tanya yeoja yang kemarin membantuku

“iya… joneun Oh Ai Rin imnida..” kataku mengulurkan tanganku

“Park Bom imnida wakil ketua osis disini” katanya membalas jabatan tanganku

“bisakah kau membantuku menemukan kelas ini?” tanyaku

“aigoo, kau sekelas denganku!!” katanya begitu melihat note yang kuberikan padanya

“jinjaro??! Daebak!” aku kaget mendengar ucapan yeoja itu

Park Bom mengajakku berkeliling melihat-lihat sekolah..

“yang harus kau tau dari sekolah ini adalah… yang terhebat menguasai sekolah, kau tauaksudku?” jelas Park Bom sambil menyeruput susu coklatnya

“sepertinya aku mengerti, jadi siapa yang terhebat?” tanyaku

“kita mulai dari tingkat terbawah dulu, nerds! Kutubuku yang hanya peduli pada teori buku dan takut pada praktek.. tingkat kedua rich people, mereka kaya.. siapa yang tak mau berteman dengan mereka? Ketiga anak Dancer, oh my god!! Mereka sangat hot! Keempat OSIS, yap menjadi OSIS adalah kehormatan besar, dan yang tertinggi… BIGBANG dan EXO” katanya memberikan jeda

“hah? BIGBANG? EXO? Mereka itu apa?” tanyaku

“oh my gosh, kau punya TV gak sih? Mereka itu murid Seiso yang sudah debut lebih dulu” kata Bom antusias

“mwo? Lalu kenapa mereka masih bersekolah disini?” tanyaku

“mereka belum cukup umur untuk graduate jadi… kepala sekolah melarang mereka untuk lulus” jelas Bom

Aku hanya membulatkan mulutku membentuk O

“Bom-ah!” panggil seorang namja tinggi dan tampan

“wae? Oh iya, ini Ai Rin murid baru itu” kata Bom memperkenalkanku pada namja itu

“Ai Rin imnida”

“Exo’s Kai imnida” katanya ramah

“bagaimana data-data pengeluaran tahun ini, sudah kau buat?” tananya pada Bom

“aigoo, iya nanti akan ku buuat” jawab Bom malas

“kau ini selalu menunda nunda pekerjaan, nanti malah bertumpuk!” kata Kai

“bilang saja kau ingin berkenalan dengannya” kata Bom sambil menyenggol ku sedikit dan pergi meninggalkan aku dan Kai

“jadi… kau adalah siswa paling dtakuti dan dikagumi disini hah?” tanyaku spontan

“hmm.. mungkin untuk dikagumi tebakan mu benar,tapi… ditakuti? Kurasa orang yang kau maksud dia” katanya sambil menunjuk namja pendek, hmm berwajah cute tapi dengan gaya slengean

“namja pendek itu?” tanyaku

“yap, dia G Dragon.. leader BIGBANG” jelas Kai

“oohh, grup yang sudah debut selain EXO itu?” kataku memastikan

“iya, BIGBANG memang grup yang sangat fantastis dan menghasilkan banyak uang untuk Seiso, tapi karena perilaku sang leader yang sering disebut ‘Gangster Dragon’ itu yang membuat kepala sekolah tadinya mempertimbangkan mereka untuk debut, tapi karena keahlian GD membuat lagu yaa mereka jadi debut juga” jelasnya panjang lebar

“jadi… EXO dan BIGBANG itu rival?” tanyaku hati-hati

“hmmm.. lebih seperti rival seluruh murid Seiso, tapi.. mereka juga dikagumi para yeoja disini. Kau mengerti maksudku??”

“ne arasseo..” aku mengangguk

“ayo, ke kantin biar kutunjukan makanan yang enak disini!!” kata Kai sambil menarik tanganku

Jujur saja.. namja itu, G Dragon sepertinya aku pernah melihatnya.. tapi dimana? Aku saja baru pertama kali kesini, mungkin aku melihatnya di TV! Mana mungkin aku mengenal seorang public figure seperti dia.. mustahil.

TBC

Mian, part 1 rada ngebosenin.. hihii janji deh part 2 bakal lebih seru^^

 

Haru Haru (Chapter 5)

Tittle              : Haru Haru : Truth (chapter 5)

Author           :  Arina Indarti

Genre            :  Romance & Drama

Main Cast      :           -     Kwon Ah Rina (fictional)

                                 -     Kwon Ji Yong (G Dragon)

                                 -     Kai (EXO-K)

                                 -     Seungri (Bigbang)

                                 -     Kim Heelya (fictional)

Support Cast        :     -     Yoona

                                 -     Bigbang

 

Leght              : Chapter

Rating             : PG 13

           

PREVIOUS CHAPTER

SEUNGRI POV

Aku melihat mereka berdua…. Bercanda riang…  Rina nunna belum pernah se bahagia itu bahkan jika aku memberitahunya lelucon.. dia tak pernah tertawa lepas seperti itu… tanpa kusadari air mataku mulai membasahi pelipisku, ini semua terlalu rumit untukku, kenyataan bahwa Rina menikah dengan GDhyung, kenyataan bahwa mereka bahagia, kenyataan bahwa Rina bahagia tanpaku dan kenyataan bahwa persahabatan kami di unjung tanduk..

 

PREVIOUS CHAPTER END

Hari ini libur sekolah!!!! Tapi… aku bingung mau kemana-_- ottoke??!!!

“hei! Bikinkan aku pancake!” GD bertriak padaku dari kamar

“bikin saja sana sendiri!!!” aku membalasnya

“hei!!! Ini rumahku! Kau menumpang! Jadi kau yang harus bertugas membuat makanan!” GD bertriak lagi dan membanting pintu

HUH!! Selalu saja membawa masalah itu untuk mengancamku!!! Aku pun membuatkannya hotcake saus madu.. GD keluar kamar tapi…

“YAK!!! PAKAI BAJUMU!!!” akku bertriak sambil menutup mataku

“YAK!! Ini rumahku!!!! Suka-suka dong mau pakai baju kek mau nggak kek!! Week!” GD menjulurkan lidahnya, membuatku ingin menonjok wajah menyebalkan itu-_-

Aku tidak lagi menghiraukannya… daripada aku dibuatnya jengkel lagi, mending tak usah ku hiraukan..

Kami makan berdua di meja makan.. masakan ku lumayan enak untuk pemula^^ sedari tadi aku makan…  aku memperhatikan tattonya yang bertuliskan “Vita Dolce” di lengan kanan nya dan “Moderato” di lengan  kirinya..

“kau mau tau apa arti tulisan ini?” Tanya GD spontan

Aku pun mengangguk

“Vita Dolce artinya life sweet… kalau moderato itu piano term untuk moderate.. kalau digabung jadinya living a sweet life moderately” jelasnya secara singkat

Aku membentuk mulutku menjadi huruf ‘O’

“hari ini kau libur kan?” Tanya GD sambil mengunyah pancakenya

“mwo?? Ingin menyuruhku mengerjakan seluruh pekerjaan rumah hah??” jawabku jutek

“yeee!! Sewot! Jalan-jalan yuk!” jawabnya

“mwo?? Aku tidak salah dengar nihh??? Waaahh aku diajak jalan sama G dragon!! Beruntungnya diriku iniii” aku bertingkah seolah-olah fansnya wkwk

“berhenti melakukan itu babo-_-. Ada tempat yang ingin kau kunjungi??”

“hmm ada sih…” jawabku ragu

“ayo kita kesana! Memangnya dimana?”

“PORORO LAND!!!!” aku berseru bahagia^^

“babo!!! Kau yakin? Itu kan tempat anak kecil” GD memandangku dengan tatapan ‘apa kau bercanda?’

“sudahlah ayo ppali!! Aku tidak sabar melihat crong!!!” aku sangat berapi-api^^ aahh apalagi aku sangat menyukai crong.. buaya hijau salah satu tokoh dari pororo

Kami kesana menggunakan mobil GD.. aku pun membuka percakapan

“tumben kau baik padaku..” kataku sambil melihat ke arahnya

“aku melakukan ini bukan untukmu tapi untuk diriku sendiri tau.. aku bosan hanya dirumah saja, hari ini aku juga tidak ada pekerjaan..”

“yeh.. yasudah, ayo ngebut!! Aku ingin melihat crong!!!” aku menggoyang tubuh GD

Mobil GD melaju dengan kecepatan tinggi.. dan kami pun sampai di PORORO LAND!!!!!^^

GD mungkin malu.. aku pun membujuknya agar ikut masuk..

“Ji Yong!! Ayo sini!!! Ppali!!!” 

“ania!! Kau saja! Aku tunggu diluar!” kata GD sambil merengut

“eehh ayo cepat!! Aku ingin kau menikmati liburan ini!!!” aku menghampirinya dan menarik tangannya.. alhasil dia masuk^^

Saat kami masuk PORORO LAND memutar lagu Bigbang –Sunset Glow.. disana ramai sekali, banyak anak kecil yang tidak sabar menunggu Pororo dan kawan-kawan datang. Karena disana tidak ada remaja-remaja fans Bigbang jadi aku dan GD aman^^

“ehh itu crong!!!!” aku menunjuk buaya hijau yang sedang membagikan permen kepada anak-anak

Aku berlari menghampiri crong..

“Ji Yong!! Foto aku dengan crong!!!!” aku bertriak memanggil Ji Yong

Ji Yong menghampiriku dengan kamera polaroidnya dan berkata..

“bisa nggak gak membuatku malu” sambil menutupi mukanya

“ayo kau juga ikut sini!!” aku menarik tangan GD dan meminta bantuan seseorang untuk memotret kami bertiga

“cheese!” orang itu member aba-aba

‘ckrekk..’

Hasil fotonya terlihat bagus^^

“sekarang kita mau kemana lagi?” tanyaku pada GD yang sedang menyetir

“kita makan!!! Aku punya tempat makan yang menakjubkan!!” kata GD bersemangat

“tapi jangan ke tempat makan yang mahal-_-, aku tak terbiasa”

“PD! Siapa juga yang mau kesana! kalau aku mau kesana juga.. aku tidak akan mengajakmu tauu” kata GD meledekku

“YAKK!! Menyebalkankau!!!” kataku sambil menjitak pelan kepala GD

Kami berdua tertawa di mobil^^ ahh hari ini sangat menyenangkan^^

Kami sampai di tempat tujuan.. GD mengajaku ke pinggir pantai, disana banyak sekalli yang menjual makanan laut.. karena hari sudah malam, pemandangannya sangat bagus^^ (bayangin pasar yang dikunjungin bigbang di MV sunset glow)

“ini tempat makan langganan ku^^” kata GD penuh semangat

Kami berhenti di sebuah tempat makan sederhana.. namanya adalah “DRAGON FISH” bau amis ikan memang tersebar dimana-mana.. tapi, aku suka suasana seperti ini^^

“makanan paling enak disini adalah kulit kerang goreng! Aku pasti memesannya jika datang kesini!” GD menjelaskan menu di kedai itu penuh semangat, dia hafal benar semua bahan-bahan dan keunggulan makanan yang ada di kedai tersebut.

“aku mau.. kerang rebus” jawabku pada GD

GD terlihat kaget saat aku memberitahunya apa yang ku pesan..

“kerang rebus adalah makanan favorit mendiang ibuku saat aku dan dia datang kesini” suaranya mulai melembut

“aku minta maaf… aku akan membatalkan pesananku..”

“tidak usah.. makanan itu enak! Kau rugi bila tidak mencobanya!” GD kembali tersenyum^^

15menit kemudian..

“MARI MAKAN!!” kami berdua berseru bersamaan, dan GD memang tidak membual soal makanan yang ada disini.. SANGAT ENAK!!! Aku mencoba kulit kerang goring milik GD dan itu memang sangat enak dan gurih! Walaupun garing rasa lautnya tidak hilang! Aku masih bisa merasakan lautnya^^

“AAAHH AKU KENYANG!!!” kata aku dan GD bersamaan

“mau kemana lagi kita?” aku bertanya padanya

“kita kesitu saja..” kata GD sambil menunjuk saung dipinggir pantai

Aku dan GD pergi ke saung di pinggir pantai itu.. kami pun duduk disana..

“Rina.. menurutmu apakah pernikahan yang tidak di dasari dengan cinta seperti pernikahan kita ini… salah?” Tanya GD pandangannya ke arah laut

“aku tidak tahu..” aku menjawabnya dengan singkat

“tapi jika diantara kita mulai timbul cinta… itu sudah tidak salah kan?” Tanya GD sambil menatapku dalam-dalam

Aku menatapnya lekat-lekat..

“itu yang kurasakan sekarang…. nanun norul joaheyo” kata GD parau sambil meneteskan air mata

Aku hanya diam.. tak sepatah katapun yang aku bisa keluarkan..

“ahh leluconmu sangat lucu!! Ahhaha” aku pun tertawa karena mengaggap ucapan GD itu hanya bualan semata

GD menggenggam tanganku kuat-kuat dan berkata..

“ini serius! Aku juga tidak ingin perasaan ini timbul pada awalnya! Ottoke?” GD menatapku lekat-lekat

“Ji-Ji Yong…” suaraku parau

“bagaimana perasaan mu padaku?” Tanya nya padaku

Aku.. aku memang menyukainya juga… tapi.. apakah setelah ini kita akan menjadi suami-istri sungguhan? Ottoke??! Aku belum siap!!

“HAHAHHAHHA KAU TERTIPU!!!!” GD spontan

“MWO?!!! AAHHH!! KAU MEMBUATKU HAMPIR JANTUNGAN!!!” aku memukulnya pelan.. untung saja aku belum mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya-_-

“hahahaha.. ayo kita pulang!” GD menarik tanganku, mukaku seketika memerah.. ya.. aku menyukaimu.. Kwon Ji Yong

Kami berdua sampai dirumah pada pukul 1malam..

“kenapa kalau aku pergi denganmu selalu saja pulang larut-_-.” Aku menggerutu

“salah sendiri.. kenapa mau saja pergi dengankuu” katanya sambil menjulurkan lidahnya

Aku pergi ke kamarku..

Hari ini sangat bahagia untukku^^

Keesokan harinya..

“dung dung” sms masuk ke ponselku

“aku dan Heelya nunna menunggumu di kebun belakang sekolah..” Sms dari Seungri

Tumben sekali Seungri dan Heelya mengajakku bertemu di tempat seperti itu :/ ?

Aku, Seungri dan Heelya memutuskan untuk membolos sekolah hari ini..

Aku sampai di kebun belakang sekolah, dari kejauhan aku melihat Seungri dan Heelya duduk di ayunan coklat tua disana..

“jadi? Apa yang ingin kalian bicarakan padaku?” Tanya ku yang baru muncul

Seungri dan Heelya tersenyum menatap satu sama lain, dan hal itu malah membuatku semakin bingung.

“kami punya kabar baik untuk nunna!” Seungri terlihat bahagia

“apa itu” tanyaku pada Seungri

“aku dan Heelya nunna…. Jadian!!” kata Seungri bersemangat memasang raut muka bahagia^^

“JINJA??!!! Aiigoooo!!! Aku senang mendengarnya!! Kalian memang ditakdirkan bersama!! Yak!! Kenapa kau baru menyadarinya!” kataku sambil menjitak kepala Seungri^^

“ahh nunna!!” Seungri menepis tanganku

“aku senang^^ kalian berdua yang akurr”  aku memasang senyum lebar atas hal ini..

“dung dung” sms masuk ke ponselku

“From : Ji Yong

Cepat pulang!!” kenapa pria itu?? Selalu merusak suasana!!!-_-

“sepertinya aku harus segera pulang.. annyeong!!” aku bergegas mencegat bis yang baru lewat dan melambaikan tangan ke Seungri dan Heelya

AH RINA POV END

SEUNGRI POV

Yeoja itu.. pergi meninggalkanku, dia pergi dengan lambaian dan aku melepasnya dengan tangisan, tak ikhlas aku melepasnya kepelukan namja lain..

Aku terhempas ke lantai setelah dia berlalu dengan bis itu.. air mataku terus bocor membasahi seluruh pipiku.

“kau tidak apa-apa Seungri??!” Heelya nunna panic

“aku akan berusaha mencintaimu.. Nunna” kataku parau

“gomawo Seungri-ya” Heelya nunna meneteskan air mata haru..

SEUNGRI POV END

AH RINA POV

Aku tiba dirumah dengan tergesa-gesa.. tapi saat aku sampai dirumah… banyak orang dirumah itu!!!

“Rina-ah…” Ji Yong memanggilku

“kenapa semua barangmu tidak ada???” aku bertanya padanya

“kita akan bercerai..”  Ribuan duri menusuk dada ku… air mata sudah siap keluar dari tempat persembunyiannya… aku mengepal tanganku sampai merah merona..

“apa aku berbuat salah padamu?” tanyaku parau

“bukan kau yang salah.. pernikahan ini yang salah.. aku ingin ke pengadilan mengurus perceraian kita.. terimakasih atas semmuanya” lalu Ji Yong pergi

Rina… bukankah ini yang kau inginkan selama ini?? Terbebas dari kehidupan bintangmu ini! Lalu… kenapa kau harus menangis? Ini hebat! Aku dapat apartemen gratis.. dan segalanya! Kenapa kau harus menangis Rina?.. aku meneriakan semua itu di dalam batinku.

SEMINGGU SETELAH PERCERAIAN..

“tok tok tok..” seseorang mengetuk pintu

“SEBENTARRRR!!” aku bertriak dari kamar

Aku membuka pintu dan… Ji Yong…

Dia memegang tanganku dan berkata..

“kau ingin tau alasanku menceraikan mu?” Ji Yong menatapku lekat-lekat

“aku ingin memulai semuanya dari awal…. Saranghae Rina…”  Ji Yong menebarkan senyuman manisnya ke arahku

Jantungku memmompa darah lebih cepat dari biasanya… aku menatapnya lekat-lekat dan berkata “nado saranghae Ji Yong…” ucapku perlahan

“aku tidak akan memintamu menjadi yeoja chinguku sekarang!” kata Ji Yong nadanya agak sedikit meledek-_-

“waeyo??? Kita kan saling mencintai” kataku

“aku akan debut ke jepang bersama TOPhyung… paling mungkin sekitar 3tahun…”

“mwo???! 3TAHUN??!” aku tersentak mendengar ucapannya

“itu alasanku tidak menembakmu! Aku ingin kau meyakinkan perasaanmu terlebih dahulu… jadi… annyeong^^” bagaimana dia bisa tersenyum dalam keadaan seperti ini t(-_-t)

Ji Yong mencium keningku lembut dan pergi membawa koper-kopernya… aku menangis saat dia pergi dari hadapanku.. Ji Yong-ah… aku akan selalu menunggumu^^

TBC

 

Living My Dream [Prologue]

LIVING MY DREAM

(Prologue)

 

Image

FLASHBACK

“Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are.
Up above the world so high,
Like a diamond in the sky.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

When the blazing sun is gone,
When there’s nothing he shines upon,
Then you show your little light,
Twinkle, twinkle, through the night.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

In the dark blue sky so deep
Through my curtains often peep
For you never close your eyes
Til the morning sun does rise
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are

Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are”

Kedua anak itu pun terus bernyanyi di tempat biasanya mereka mencari uang.. dijalan

“apakah besok kau akan datang lagi AiRin-ah?” tanya seorang anak laki-laki

“ania.. aku dan appaku akan pindah ke Seoul..” seorang yeoja kecil berpakaian serba pink itupun perlahan meneteskan airmatanya

“tidak apa-apa, pasti suatu saat kita akan bertemu” anak laki-laki itu tersenyum dan member yeoja kecil itu sebuah kalung yang dipahatnya sendiri

“nomu yeppo.. gomawo Ji Yong-ah” yeoja itu pun tersenyum dan pergi meninggalkan anak laki-laki bernama Ji Yong itu

FLASHBACK END

Oh Ai Rin, seorang yeoja berusia 17 tahun. Ayahnya ialah seorang pengusaha yang tengah bangkrut, Go Ai Rin di haruskan mengambil alih posisi ayahnya sebagai kepala keluarga dan mengurus adik laki-laki nya, Oh Se Hun 16 tahun.

Pada suatu hari Ai Rin di haruskan untuk menyebarkan pamphlet di Gangnam, pada saat itu demi membantu seorang nenek tua, dia mengamen di pinggir jalan membantu nenek-nenek itu. Suaranya yang indah pun tidak luput dalam pendengaran Kim Seok Hyun sajangnim, seorang kepala sekolah di suatu sekolah music terbaik di Seoul yang bernama Seiso academy, awalnya  Ai Rin menolak untuk masuk ke sekolah music itu, tapi karena melihat tawaran yang di berikan sang kepala sekolah tentang program beasiswa dan kesempatan untuk debut, Ai Rin merubah pikirannya untuk tidak mendatangi sekolah tersebut

Ji Yong yang merupakan sahabat masa kecil Ai Rin pun datang disekolah yang sama seperti Ai Rin, banyak kisah yang Ai Rin alami setelah datang ke Seiso.. mau tau kisahnya? Pantengin terus ya updatenya hihi^^ untuk saat ini baru bisa ngasih bocoran bahwa castnya G Dragon sama Kai Exo, untuk celebrity cast lainnya, liat aja di part 1 nya yang bakal keluar segera^^

Tunggu aja ya part 1 nyaa^^ gomabsumnida :D

Haru Haru (Chapter 4)

Tittle              : Haru Haru (chapter 4)

Author           :  Arina Indarti

Genre           : Romance & Drama

Main Cast     :           -     Kwon Ah Rina (fictional)

-     Kwon Ji Young (G Dragon)

-     Seungri (Bigbang)

-     Kim Heelya (fictional)

Support Cast  :        -     Yoona

-     Bigbang

-    geyna

Leght            : Chapter

Rating          : PG 13

PREVIOUS CHAPTER

“kau ingin mengambilnya kembali kan?” GD berkata itu sambil menunjuk ke arahku

Seungri terlihat geram melihat GD.. di matanya jelas sekali terlukiskan amarah nya yang mendalam pada GD

“ayo chagiya..” GD menarik tanganku dan pergi menjauhi Seungri

Aku tersenyum pada Seungri, tapi… dia malah mengacuhkan ku dan pergi-_-

PREVIOUS CHAPTER END

Liburan pun berakhir… aku harus kembali masuk sekolah, setelah beberapa hari yang berat ku lalui selama ini, akhirnya aku kembali ke tempat seharusnya aku berada^^

Tapi jujur.. perlakuan siswa-siswa disini sangat berubah derastis!! Mereka baik padaku!! Mereka menyapaku, mengerjakan pekerjaan rumahku, mengambil alih tugas kantin ku… ahh ini hebat^^ tapi tidak seharusnya aku mendapatkan semua ini-_-

“lihat! Mereka semua melayani mu Rina-ah.. aahh irinyaaa jadi istri selebriti” Heelya menggodaku-_-

“heelya-ah!!!!!!! Eh.. ngomong-ngomong dimana Seungri?” tanyaku pada Heelya

“aku tadi menemuinya… dia terlihat murung sekali, aku bertanya padanya apa yang terjadi, eh dia malah pergi meninggalkanku..” jelas Heelya, air mukanya dia terlihat murung

“sebaiknya aku bicara dengannya..” aku pun pergi menghampiri Seungri di kelasnya

Saat aku masuk ke kelasnya, tidak ada orang kecuali… Seungri, dia sedang menatap kosong jendela, jadi aku menghampirinya…

“seungri-sshi..” panggilku dengan hati-hati

Dia hanya melihatku dengan pandangan kosong..

“kau kenapa? Kau tidak seperti panda yang ceria… biasanya kamu kan ceria, ada apa?”

“aku kehilangan belangku…” jawabnya parau

“ne?”

“panda tanpa belang namanya bukan panda kan? Sama juga denganku… Seungri tanpa Rina namanya bukan Seungri…” dia memegang tanganku dengan erat dan menatap mataku lekat-lekat

“apa ini soal kemarin?”  tanyaku hati-hati

“apa GDhyung lebih tampan dariku?” jawabnya.. suaranya agak bergetar

“Seungri-ah…”

“apa dia lebih pintar dariku? Atau dia lebih baik dari aku? Kenapa harus GD nunna…” perlahan-lahan air mata Seungri menetes..

“bukan itu maksudku Seungri…”

“lalu apa?! Apa ini semua gara-gara Heelya nunna??? Aku tidak suka padanya!!! Aku hanya menganggapnya sebagai nunna saja! Aku hanya mencintaimu nunna!!” jawabnya penuh amarah..

Pada saat yang bersamaan, saat aku melihat ke arah pintu, Heelya yang berlinang airmata pergi begitu mendengar ucapan Seungri.. aku pun mau mengjarnya tapi Seungri menghentikanku dan berkata..

“biarlah heelya nunna tau yang sebenarnya!”

Aku menepis genggaman tangan Seungri dan berkata “kau hanya memikirkan dirimu sendiri!” dan berlari meninggalkannya..

Aku mencari Heelya di seluruh isi sekolah dan belum juga menemukannya.. Heelya.. kamu dimana??!!! T_T

Setelah sekolah usai.. aku mencari Heelya ke taman biasa aku mengobrol dengannya… dan benar dugaanku.. dia ada disitu

Aku mengampirinya dengan hati-hati…

“heelya-ah…” sapaku pelan

“pergi kau!” kata Heelya menatapku dengan pandangan sewot

“mi….”

“miane…” belum selesai aku mengucap ‘miane’ seorang namja melanjutkan kata-kataku… dia Seungri,

“miane Heelya nunna… aku tidak bermaksud membuatmu sakit karena ucapanku…”

“Seungri-sshi” Heelya memandang Seungri haru

“nunna mau memaafkanku dan Rina nunna, kan?” Seungri mulai menunjukan agyeo nya..

“iya… dan aku akan mendapatkan cinta Seungri-sshi!!!” Heelya kembali ceria^^

Sedangkan Seungri hanya menatapnya kaget..

“Ajja ajja fighting!!!” aku member Heelya semangat sambil mengepalkan tanganku^^

Kami bertiga pun pergi ke Café dan berbaikan^^

Seungri mengantarku pulang sambil mengendarai motornya.. ku lihat GD sudah menungguku di depan gedung apartemen.. dari raut wajahnya dia kelihatan tidak senang..

“sampai ketemu besok nunna… hmm sepertinya suamimu sudah menunggu tuh..” kata Seungri sambil mengangkat dagunya menunjuk ke arah GD

“eh.. gomawo atas tumpangannya.. hati-hati dijalan” aku melambaikan tangan pada Seungri yang sudah berlalu beberapa detik lalu

“kenapa kau cemberut??” tanyaku ketus pada GD

“kenapa kau pulang dengan anak itu?!” tanyanya sedikit marah

“yee terserah aku mau pulang dengan siapa.. sudahlah aku ingin mandi dulu!” aku berlalu meninggalkan GD.. aku menoleh sedikit untuk melihat ekspresi mukanya yang terlihat jengkel atas perkataan ku tadi.. aku hanya tertawa kecil melihatnya hihi..

Aku selsesai mandi… haaaaahhhhh… hari ini sangat berat!!! Badanku terasa enteng setelah mandi..

Aku pergi ke ruang tamu dan ku lihat GD sedang bermain dengan gitarnya dan menulis beberapa not di kertas, aku menghampirinya melihat apa yang sedang ia lakukan

“mwo??” tanyanya sebal

“apa yang kau lakukan??” tanyaku padanya

“menulis lagu… ahhh!!! Aku tidak bisa memikirkan lirik ditempat kosong inspirasi seperti ini!!!!” kata GD sambil mengacak-acak rambut pirangnya (bayangin rambut GD yang lagi di MV TONIGHT)

“lalu.. apa yang akan kau lakukan?” tanyaku pada GD

“hmm…. Apa kau punya tempat yang sangat berkesan dihatimu?”

“hmm.. ada, memang kenapa?”

“ayo kita kesana!”

“waeyo?? Untuk apa??” tanyaku bingung

“nyari inspirasilah! Kau kira bikin lagu itu gampang? Sudahlah ayo!”

“yehh malah sewot-_-.”

GD menyuruhku masuk mobil dan dia yang menyetir..

“ngomong-ngomong tempatnya dimana?” Tanya GD yang sedang clingak-clinguk mencari tempat yang akan kami tuju

“itu..” kataku sambil menunjuk ke Café tempat aku, Heelya dan Seungri nongkrong..

“mau pesan apa tuan dan nona?” Tanya Geyna pelayan sekaligus temanku juga

“mau pesan apa?” aku bertanya pada GD

“sama seperti yang kau pesan..”

“seperti biasa Geyna.. ice coffe espresso double shoot untuku dan orang ini..”

“ayay captain!!” kata Geyna yang hormat kepadaku seolah-olah aku kapten bajak laut

“jadi… apa yang membuat tempat ini berarti?” Tanya GD

“sejak kecil.. aku, Seungri dan Heelya bermain di café ini.. café ini milik ibu Seungri, karena ibu dan ayahku di kampung.. jadi ibu Seungri menyuruhku untuk bermain bersama Seungri disini.. dan Heelya dan ibunya mengunjungi tempat ini.. dan dari situlah persahabatan kita ber-3 dimulai… kau lihat kincir air disitu” kataku sambil menunjuk kincir air di luar jendela

“dulu itu jadi tempat kami ber-3 berenang.. karena kami sudah terlalu besar kolam itu dialih fungsikan…” aku bercerita dengan tersenyum mengingat kenangan-kenangan ku dengan sahabatku itu..

“ayo ikut aku!” GD menarik tanganku dan membawaku ke kincir air itu..

“mau apa kita disini??” tanyaku padanya

Dan tanpa ku kira.. dia mendorong ku ke kolam kincir air itu.. dan berkata.. “kau masih bisa merasakan masa kecilmu kan?? Hahahahha” katanya sambil tertawa lepas

Aku pun menarik kakinya… dan ‘BYURRR’ GD juga ikut tercebur di kolam itu..

“YAK! Apa yang kau lakukan!!” GD keliatan geram

“YAK!!!! Ini ulahmu juga!!! Ngapain kau mendorongku kesini!!!!”  

“aku hanya ingin kau mengingat masa kecilmu!!” GD memainkan tangannya dan mencipratkan air ke arahku

“YAK!! KWON JI YONG” aku pun membalas mencipratkan air ke wajahnya.. alhasil semua basah.. Ibu Seungri meminjamkan kami baju ganti.. dan menyediakan coklat panas untuk kami..

Pukul 2malam Café tutup.. aku dan GD pun pulang kerumah..

Sesampainya dirumah aku memutuskan untuk langsung tidur, tapi GD tidak..

“kau tidak tidur?” aku bertanya pada GD yang sedang sibuk menulis lirik untuk lagunya

“naah.. kau tidur saja duluan..” kata GD padaku

Akupun berjalan ke kamar dan terlelap…

Keesokan harinya..

Aku bangun dan… “HAH???!!! JAM 9??!!!!” aku bertriak langsung memasuki kamar mandi.. AAA AKU TERLAMBAT SEKOLAH!!!! TT_TT

Aku pergi tanpa sarapan.. ketika aku berlari menuju pintu akku melihat GD terkapar di karpet ruangtamu.. aku menghampirinya dan memberinya selimut.. dan tanpa sadar aku berkata “kau sangat tampan ketika tidur” dan tiba-tiba mulut GD terbuka “benarkah??” HAH??!!! DIA MENDENGAR UCAPANKU?!!!!! OTTOKE??!!! TT_TT

“EH??? AKU HARUS BERANGKAT SEKOLAH!!! BYE” jawabku tergesa-gesa

“mau ku antar? Kau pasti sudah terlambat..”

“eh… yaudah ppali!”

GD mengantarku menggunakan motornya… sesampainya aku disekolah, semua mata tertuju pada kami berdua dan…. PEPERANGAN DIMULAI

“JI YONG OPPA!!!!” semua yeoja disekolahku memenuhi lapangan sekolahku..

GD melindungi ku dari fans fans maut itu-_- akupun selamat sampai dikelas..

“Hey! Aku tidak bisa menjemputmu! Nanti kau jangan pulang ke rumah..langsung ke YGoffice saja!” GD bertriak dari depan pintu

“ne!” ku balas triakannya

“bisa kutau Seungri ada dikelas berapa?” GD bertriak kembali

“10-A!!!”

“baiklah!!! Bye!!!!” GD kembali berlari sebelum fans-fans itu mengejarnya lagi

AH RINA POV END

GD POV

Sekolah ini gila!!!! Aku tidak akan sanggup mengantar Rina setiap hari kalau keadaannya begini..

‘KRIINGG’ bel masuk pun berbunyi.. AHH AKHIRNYA!!! Yeoja-yeoja itu tidak bisa mengejarku lagi!!

Aku mengirim Seungri sms agar menemuiku di kantin sekolahnya..

“hyung..” Seungri menegurku

“kita harus selesaikan masalah diantara kita..” aku memulai percakapan

“sebaiknya begitu..” lanjut Seungri

“kita adalah BigBang… aku mohon… aku mau kita kembali seperti dulu.. Si Naga dan Si Panda yang selalu akur.. aku mohon Seungri” aku merendahkan diriku demi Bigbang.. demi VIP

“mian hyung.. selama ini aku selalu menentangmu..” Seungri mulai membalas perkataanku

“jadi? Kita seperti dulu lagi?” tanyaku pada Seungri

“iya! Aku kangen padamuuu hyungg!!!” Seungri memeluku erat.. aku membalas pelukannya dan menjitaknya pelan..

“eh tapi.. hyung.. aku tidak akan menyerahkan Rina nunna begitu saja padamu.. ini tetap kompetisi!” kata Seungri berapi-api

“ahhh kau ini!!” aku menjiitaknya lagi^^

Sehabis dari sekolah, aku langsung merapat ke YGoffice untuk menyerahkan lagu yang baru kuciptakan ke Teddy (Composser music YGent).

“ini lagu yang baru saja ku ciptakan..” aku menyodorkan music sheetnya

Teddy membolak-balik music sheet itu..

“hmm judulnya Café? cukup berbeda dengan image bigbang, tapi.. seperti karya-karyamu sebelumnya.. ini hebat!” kata Teddy sambil menunjukan senyum bangganya

“aku akan memasukannya dalam album bigbang..”

“yaudah.. apa yang kita tunggu? Ayo buat beatnya!!!” Teddy sangat bersemangat menggarap laguku

GD POV END

AH RINA POV

Aku turun tepat di halte di depan YGoffice.. aku masuk kedalam dan menuju Lobby.. tak lama kemudian GD datang dan menyuruhku ikut dengannya..

“kau mau bawa aku kemana?” aku bertanya pada GD

“Ruang rekaman..”

“ngapain kesitu?”

“menunjukan buah dari pemikiranku..”

Buah dari pemikirannya??

Aku masuk ke ruang rekaman dan bertemu Teddy..

“Teddy.. bisa kau keluar sebentar.. aku ingin berdua saja dengan istriku ini” aku benci kalau GD mengatakan kata ‘ISTRI’ membuatku mual-_-

Teddy pun keluar dan di ruangan itu tinggal aku dan GD

“jangan gunakan kata-kata istri lagi-_-“ keluhku pada GD

“okay okay.. kita kan harus terlihat seperti pasangan yang saling mencintai.. eh tapi kau harus dengarkan ini..” GD memakai kan earphone padaku

Alunan lagu ini….

“Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun café”

 

“suaramu seperti yeoja ahahahaha” aku menggodanya

 

“yak!! Kau tak pernah dengar high pitch ya??!!!” GD menjitak ku pelan

 

Kami berdua tertawa lepas.. melemparkan ejekan satu sama lain.. tapi jujur.. aku tersentuh karena dia membuatkan lagu ini persis seperti kenangan ku masalalu.^^

 

AH RINA POV END

 

SEUNGRI POV

Aku melihat mereka berdua…. Bercanda riang…  Rina nunna belum pernah se bahagia itu bahkan jika aku memberitahunya lelucon.. dia tak pernah tertawa lepas seperti itu… tanpa kusadari air mataku mulai membasahi pelipisku, ini semua terlalu rumit untukku, kenyataan bahwa Rina menikah dengan GDhyung, kenyataan bahwa mereka bahagia, kenyataan bahwa Rina bahagia tanpaku dan kenyataan bahwa persahabatan kami di unjung tanduk..

 

SEUNGRI POV END

 

TBC

[ONE SHOOT] Bigbang Family

author:seungwon
title: bigbang family
cast: anggota bigbang, kim seungwon (author #halah)
genre: friendship,family
rating: G
length : oneshot
disclaimer:
bener-bener karangan sesat author.

happy reading ^^

————————————————————————————————————————————————–

“seungri,cepat tidur!” perintah seunghyun.

“entar ah,lagi tanggung nih sapa yang menang miss indonesia!” ujar seungri dengan mata tertuju pada layar TV.

“ingat kau itu sedang sakit,cepat sana tidur aja!” celetuk taeyang yang sedang asyik twitteran lewat hpnya.

“TIDUR!” tereak gidi sambil mematikan TV.

Diperlakukan seperti itu seungri bukannya menuruti perintah hyung-hyungnya,tetapi malah semakin memberontak.

“hyung!kenapa sih kalian memperlakukan aku seperti ini?!” ujar seungri dengan nada tinggi.

“ini semua kan demi kebaikanmu!” ujar gidi dengan sabar.

“iya kami hanya ingin menjagamu!” ujar taeyang yang kini berhenti maen twitteran.

“CUKUP!!AKU CAPEK SEPERTI INI TERUS,AKU CAPEK DIPERLAKUKAN SEPERTI ANAK KECIL TERUS!!” seungri berteriak histeris,air matanya tak kuasa jatuh dari pelupuk matanya.

“YA!!kenapa kau berteriak seperti itu pada hyungmu?!” ujar seunghyun marah pada seungri.

Seungri terkejut melihat seungyun marah padanya,hatinya terasa sakit bagai diiris-iris silet.

Seungri berdiri lalu berbalik berteriak pada seunghyun.

“AKU BENCI KALIAN!!” ujar seungri berteriak.

Hampir saja seunghyun akan memukul seungri namun dihalangi oleh gidi dan taeyang yang menahan tubuhnya.

“seungri,cepat kau masuk kamar!” ujar gidi karena tak ingin seungri dipukul seunghyun.

Bukannya pergi ke kamar,seungri malah berlari ke arah pintu keluar.

“brakkkk,,,,” seungri membanting pintu lalu pergi.

gidi dan taeyang yang melihat seungri pergi tak kuasa menahannya karena seenggak nya seungri menjauh dari seunghyun yang sedang marah.

————————————————————————————————————————————————

“bodoh,mereka pikir aku gak bisa hidup tanpa mereka hah!” seungri ngedumel sambil berjalan menyusuri komplek perumahan.

Dia masuk kedalam taman yang sunyi dan gelap,hanya ada beberapa lampu yang remang-remang saja disekitarnya.

Ditaman yang mirip ama tempat cewe mangkal itu seungri duduk disebuah bangku panjang.

“astaga,dingin sekali harus kemana aku sekarang?!” ujar seungri dengan gigi yang bergemulutuk akibat udara yang super duper dingin.

Air matanya mengucur deras sederas air keran yang lupa dimatiin *plak.

Memory seungri teringat pada kejadian-kejadian masa lalu membuatnya sakit hati,mengingat selama ini hyung-hyungnya menganggap dia seperti anak kecil.yah meskipun dia maknae di bigbang tapi bukan bearti dia tidak dewasa.seungri merasa harga dirinya dicingcang-cingcang bila diperlakukan seperti itu.

“maunya mereka apa sih,ini gak boleh itu gak boleh!” ujar seungri pada dirinya sendiri.

Seungri merebahkan badannya diatas kursi,tangan dan kakinya melipat berusaha menutupi tubuhnya yang kedinginnan.

————————————————————————————————————————————————-

“astaga sudah tengah malam kenapa seungri belu pulang juga?!” tanya gidi dengan cemas.

“kita tunggu sebentar lagi,kalau dia belum pulang kita cari dia!” ujar seunghyun yang sudah bisa meredam amarahnya.

“Tapi dia gak bawa hp,bahkan gak pake jaket,kau tahukan cuaca diluar sangat dingin,apa lagi dia sedang sakit!” ujar gidi sambil mondar mandir di depan tv saking paniknya.

“iya juga sih,aku takut terjadi sesuatu padanya!” sambung taeyang dengan cemas.

“yasudah kita cari dia sekarang!” ujar seunghyun yang sebenarnya panik juga.

akhirnya pun mereka sepakat untuk mencari seungri,setelah selesai bersiap-siap mereka menuju pintu keluar,tapi pas mau keluar tiba-tiba daesung yang baru pulang kaget karena melihat hyung-hyungnya tampak rapi dan agak sedikit panik.

“mau kemana kalian?” tanya daesung bingung.

“seungri kabur,sekarang kami mau mencarinya!” ujar taeyang.

“hah kok bisa?” ujar daesung yang makin bingung.

“ceritanya panjang buanget dah,lebih baik kau bantu kami cari dia!” ujar gidi seraya melewati daesung yang menghalangi jalannya.

“ahh yasudah aku ikut!” kata daesung.

Mereka ber4 akhirnya mencari seungri disekitar komplek dorm mereka,karena tak ingin diketahui fans merekapun terbatas tak bisa jauh-jauh keluar komplek.

“kemana anak itu pergi?!” tanya seunghyun pada dirinya.

“ayo cari terus,pokonya kita harus menemukannya malam ini!” kata gidi yang paling panik diantara mereka.

“tapi ini sudah terlalu malam,apa mungkin dia pergi kerumah temannya?” tanya daesung.

“itu gak mungkin rumah temennya tuh jauh-jauh laian dia gak bawa dompet jadi gak mungkin jauh-jauh tu bocah!” senggah taeyang.

“sudahlah ayo cari terus!” ujar seunghyun.

Waktu sudah menunjukan pukul 3.45,udara sudah semakin dingin yang udah bikin gak gak gak kuat deh.

setelah sekian lama mencari akhirnya mereka menemukan seungri tertidur di bangku taman,kelihatan banget dia sangan kedinginan karena gak pake jaket.

“badannya dingit banget!” ujar gidi yang memegang kening seungri yang tertidur.

tanpa banyak cingcong lagi seunghyun membuka jaketnya lalu memakaikannya pada seungri.

“kita harus bawa dia ke dorm,minggir biar kugendong dia!” ujar seunghyun menyuruh gidi menyingkir.

seungyunpun menggotong seungri dan membawanya pulang ke dorm diikuti dae,tae,dan gidi.

————————————————————————————————————————————————-

seungyun membaringkannya ditempat tidur,lalu memakaikan selimit untuknya.Meskipun tadi dia yang paling emosi namun siapa sangka ternyata dialah yang paling menyayangi seungri.

Mereka kadang terlalu over protective dalam menjaganya,meskipun seungri rasa semua itu terlalu lebay.

“apa kita berlebihan padanya ya?” ujar gidi memecah keheningan di kamar seungri.

“kita hanya ingin menjaganya dengan baik,mungkin dia belum mengerti maksud kita!” ujar taeyang menanggapi pernyataan gidi.

“sebagai hyungnya aku merasa gagal karena gak bisa mengerti perasaan dongsaenya sendiri!” ujar daesung meratapi kegagalannya.

“nggak kok,kita gak sadar aja kalo ternyata semakin lama seungri itu sudah semakin dewasa!” ujar seungyun yang sekarang tampak mengusap-ngusap dahi seungri.

“dengan penyakit yang dideritanya sekarang aku gak peduli meskipun dia sudah dewasa aku akan terus menjaganya!” protes gidi.

“tentu saja kita akan menjaganya terus,karena dia itu kan baby panda kita!” ujar taeyang yang disambut senyuman hangat oleh mereka.

——————————————————————————————————————————————————

seharian itu seungri masih tertidur,begitu pula dengan anggota bigbang lainnya yang memang sedang tak ada kegiatan hari itu.

Daesung dan taeyang membuatkan bubur untuk seungri,yahh meskipun dia belum bangun tapi seengaknya ketika dia bangun nanti dia gak akan kelaparan.

sulit dipercaya,meskipun mereka tidak ada hubungan darah sama sekali,namum hubungan yang terjalin sudah seperti saudara kandung.

sore itu seungri bangun,badannya masih terasa lemas dadanya terasa nyesek.Dia beranjak keluar kamar untuk mengambil minuman dingin.

“kau sudah bangun seungri!kita sudah buatkan bubur untukmu!”ujar gidi.

namun seolah-olah gak denger seungri terus ngeloyor aja melewati mereka dan mengambil sekaleng fanta dikulkas.

hyungnya tahu,jika seungri udah minum fanta berharti keadaanya sudah lebih baik.

Seungri diem seribu bahasa kalbu,tadinya dia mau so cool ngelewatin hyung-hyungnya namun yang terjadi dia malah kepleset dan jatuh dengan kepala kepentok meja.

“adawww,,” tereak seungri meringis sambil memegan jidatny.

hal ini sontak membuat gidi dan daesung yang paling dekat dengannya kaget.

“astagfirullah!” ujar daesung.

“masya allah!” tereak gidi sambil menghampiri seungri.

“kau gak apa-apakan?” tanya gidi yang ingin memegang jidat seungri,namun tangannya di tepis dengan keras oleh seungri.

“singkirkan tangan kotormu dari  hadapanku!” tereak seungri.

gidi yang mendengar kata-kata itu mulai menitikan air mata,hatinya sakit sekali mendengar itu.

“kau tega seungri!” ujar gidi yang berlari ke kamarnya sambil bercucuran air mata.

“seungri,kenapa kau bersikap seperti itu?” tanya daesung.

seungri hanya bisa diam,,,,,,,,

“cepatlah kau makan bubur ini,nanti keburu dingin!aku akan menghibur gidi dulu!” ungkap daesung melewati seungri yang masih terduduk dilantai.

setelah daesung hilang ditelan bumi,seungripun bangkit dan berjalan menuju kamarnya tanpa menyentuh bubur buatan dae dan gidi sedikitpun.

————————————————————————————————————————————————

Pagi ini anak-anak bigbang bersiap-siap karena ada acara manggung di derings trans tv,mereka bimbang apa seungri mampu untuk ikut.

“seungri,apa kau yakin tidak apa-apa?” tanya taeyang.

“ne !” jawab seungri singkat.

“kalau kau merasa belum baikan kau boleh gak ikut kok!” ujr seunghyun.

“hyung!aku baik-baik saja!” ujar seungri dengan nada ditinggikan seolah-olah dia gak ingin ada pertanyaan lain.

Tak ingin ada pertengkaran lagi,akhirnya merekapun diam seribu bahasa lalu pergi menuju TKP.

Di backstage seungri hanya bisa mojok karena gak mau deket-deket hyungnya,hingga pada waktunya mereka tampil barulah dia mulai merapat ke barisan.

“are you ok boy?” tanya daesung memastikan sekali lagi.

seungri cuman bisa  angguk-angguk geleng-geleng (?)

“dan gak banyak cang cing cong lagi,mari kita sambut BigBangggg ,,,!” tereak sang mc diikuti oleh riuh riuh suara penonton yang dinamakan VIP dan beberapa fandom lain seperti tribune dan festival (?)

dengan gaya bak peragawati kelima anggota bigbang dengan anggunnya berjalan menuju ke tengah panggung.

“annyeong haseo bigbang imnida!” ucap mereka sambil melambai-lambaikan tangannya kaya miss universe abis nyerah di uji nyali masih dunia lain.

setelah prosesi dadah-dadahan ama fans,merekapun bersiap mengatur posisinya masing-masing.

Intro lagu love song pun berkumandang,satu persatu termasuk seungri mendendangkan bagiannya masing-masing sambil joget yang ala kadarnyalah.awalnya sih lancar-lancar hingga akhirnya pada menit-menit pertengahan sesuatu yang menggemparkan dunia perkpopan terjadi.

power seungri mulai melemah,tariannya sudah gak kompak ama yang lainnya,yahh istilahnya yang lain udah ke bogor si seungri malah masih d wc plak.

tiba-tiba seungri berhenti menari,untuk beberapa detik ini dia hanya berdiri diantara anggota bigbang lain.Diapun tidak bernyanyi ketika bagiannya dimulai.

para anggota yang sadar ada sesuatu yang gak beres dengan seungri tak mampu berbuat apa-apa.

sayup-sayup terdengar “ai het dis lop song,i het dis lop song!” hanya ada suara gidi yang terdengar di telinganya.

matanya mulai terlihat buram tak bisa melihat,kepalanya sakit minta ampun (DJ).

tak lama kemudia seungri ambruk di tengah panggung,sontak membuat para VIP berteriak histeris.

ada yang langsung termewek-mewek,ada juga yang langsung gantung diri bahkan ada fans yang langsung minum baygon rasa vanilla blue.

anggota bigbang lain yang melihat seungri tepar langsung menghentikan perfomnya lalu dengan sigap menghampiri seungri yang tergelatak kaya udang terasi ohim.

“seungri,bangunlah!” ujar gidi mengguncang-guncangkan tubuh seungri dengan keras,namun seungri tak kunjung sadar.

“plak,,plak,,plak,,,” daesung menggampar bulak balik pipi seungri ampe merah,namun tetep weh gak bangung-bangun.

tiba-tiba dengan panik taeyang menyiram muka seungri dengan air botol aqua,namun lagi-lagi seungri gak sadar juga.

“aishh apa yang kalian lakukan sih,gak mutu banget!” ujar seunghyun yang sekarang mulai menggendong seungri untuk dibawa kerumah sakit.

akhirnya merekapun berlari menembus keramaian fans yang masih ababil itu.Mereka berlari dengan cepat kaya abis kena uang kaget terus disuruh-suruh cepet belanja.

—————————————————————————————————————————————————

seunghyun,gidi,taeyang,dan daesung juga beberapa perwakilan managementnya menunggu di depan ruang UGD dengan harap-harap cemas.

“ya tuhan selamatkanlah dia!” ujar gidi berdoa.

“dia pasti baik-baik saja hyung!” ujar daesung menenangkan gidi.

“yahh semoga saja!” celetuk taeyang.

“ini salahku,seharusnya aku gak biarkan dia ikut perfom!” seunghyun meratapi nasib.

“tidak!kita semua yang salah gak bisa menjaga adik kita dengan benar!” ungkap daesung.

“sudahlah tak ada gunanya kita saling menyalahkan,kita berdoa saja semoga seungri baik-baik aja!” ujar gidi dengan bijak.

Tiba-tiba pintu UGD terbuka,munculah seorang dokter yang dengan gagahnya berjalan dengan diikuti oleh 4 sudter cantik montok dan bahenol,ditambah dengan efek cahaya dan angin yang pas membuat semua mata tertuju pada mereka.

merekapun langsung berhambur mendekati sang dokter dan menanyakan keadaan seungri.

“bagaimana keadaan seungri dok?!” ujar gidi udah kaya emaknya si seungri aja.

“maaf,anda anda ini siapanya ya?” tanya sang dokter.

“kami keluarganya dok!” ujar seunghyun dengan mantap.

“oh,,begini,keadaannya sudah sangat parah,bila dia gak dapet donor ginjal sekarang,aku gak bisa jamin dia bisa bertahan lebih lama lagi!” ujar sang dokter menjelaskan sambil membuka kacamatanya.

“a,,a,,apa,,!” ujar gidi tergagap-gagap sambil memelototkan matanya ala sinetron-sinetron indonesia.

“alangkah lebih baik jika yang mendonorkan ginjalnya adalah saudara kandungnya!” ujar sang dokter again.

pokonya tiap bacotan yang keluar dari mulutnya gak enak deh buat di denger.

“aku tahu siapa yang bisa menolong seungri!” ujar taeyang tiba-tiba.

“benarkah??” tanya daesung.

“hooh,seungri kan punya saudara kembar yang tinggal di indonesia!” ungkap taeyang.

“bagus,cepat kau hubungi dia dan ceritakan padanya tentang seungri!” perintah gidi.

————————————————————————————————————————————————–

seorang pemuda tampan rupawan turun dari sebuah taxi merah,dia menarik kopernya setelah dikeluarkan dari bagasi oleh sang supir.

pemuda itu melenggang melewati lorong rumah sakit yang ramai,semua mata memandangnya kagum terutama abg abg cewe yang bisik-bisik gak jelas.

“kau,,,??” tanya taeyang setelah pemuda itu hadir dihadapan mereka.

“ne,aku kim seungwon saudara kembar namun beda babeh ama seungri,setelah mendengar kabar tentang kakaku aku langsung terbang kekorea dan langsung kesini.Bagaimana keadaan kakakku sekarang?” tanya seungwon yang tak lain adalah saudara kembar seungri yang tinggal di indonesia. *jangan pada protes kalo author numpang eksis wkwkwkkw

“ahh terima kasih sudah mau datang!” ujar gidi dengan mata berkaca-kaca.

Merekapun menjelaskan kembali keadaan seungri pada seungwon.

setelah mendengar penjelasan taeyang,akhirnya seungwon bersedia mendonorkan ginjalnya meskipun selama ini hubungan seungri dan seungwon sebenarnya kurang baik.

Singkat cerita akhirnya seungri menjalani operasi ginjalnya,operasi berjalan cukup lama sekitar 6 jam.

gidi dkk beserta managementnya harap-harap cemas diluar ruang operasi.

“hyung,sebaiknya kalian makan dan istirahat dulu gih!” ujar daesung pada hyung-hyungnya.

“gak ah dae,aku terlalu cemas hingga gak nafsu makan,tapi kalo kamu maksa tolong beliin hokben gih!” perintah taeyang.

“sekalian jus bekicotnya!” seunghyun menambahkan.

“pake duit kamu dulu ya!” ujar gidi sambil pura-pura melirik suster bahenol didepanny.

“aish katanya pada gak nafsu,eh malah pada nyuruh minta d bayarin lagi ckckck” daesung pergi sambil ngacaprak sendiri.

lampu hijau di atas pintu ruang operasi tiba-tiba berubah warna hijau yang artinya silakan jalan terus! plak,,bukan deh artinya menandakan bahwa operasi telah selesai.

pintu operasi terbuka,tampak sinar yang sangat terang dari dalam,seperti biasa sang dokter dengan dayang-dayangnya keluar dengan efek yang super lebai.

“gimana dok operasinya?” tanya seunghyun.

“berhasil,,berhasil,,horee ,,!” tereak sang dokter dengan gaya dora di eksploler.

gidi,taeyang,seunghyun beserta pihak management tersenyum lega saat mendengar kabar baik ini.

————————————————————————————————————————————————

“hyung,gimana keadaanmu?” tanya seungwon yang berbaring dikasur sebelah seungri.

“aku baik-baik saja seungwon,gomawo yo udah udah mau donorin ginjalnya buat hyung!” ujar seungri.

“gak pa-pa kok hyung,kita kan saudara!” ucap seungwon sambil tersenyum hangat.

“maafkan hyung ya selama ini gak pernah jadi abang yang baik buat kamu!” ungkap seungri.

“gwencanayo hyung!” seungwon memaafkan seungri.

dengan jarak kasur mereka yang cuman semeter akhirnya mereka saling menggenggam tangan satu sama lain,,,uhh so sweet deh ni ade kaka plak.

“pagiii,,,,,!” ujar daesung taeyang seunghyun dan gidi yang tiba-tiba masuk ke ruang perawatan.

“pagii juga!” jawab seungri dan seungwon bersamaan.

“haduh aku bingung nih yang mana seungri mana seungwon kalian terlihat mirip hehe!” ujar taeyang.

“kau baik-baik sajakan seungri?” ujar gidi.

“ne hyung,maafkan sikapku selama ini ya!” ujar seungri menyesali sikapnya selama ini.

“gpp kok,kamu kan masih kecil hehe! ” ujar gidi.

“hyungg,,,!” tereak seungri manjaaa.

“tapi terima kasih ya,selama ini kalian sudah menjagaku!kalian bener hyung-hyungku yang paling daebbak deh.

“tentu saja,karena kita semua bigbang family!” ujar daesung mantap diikuti senyuman bahagia dari semua orang.

Akhirnya keluarga bigbang kembali rukun dan dengan masuknya seungwon menjadi anggota bigbang ke6,maka bertambahlah keluarga bigbang yang sangat friendly ini.

THE END

[ONE SHOOT] Tell him Min Ju

MAIN CAST : TOP

SUPPORT CAST : FIND IT ;)

 

“tell him Min ju…tell him!!”

“tell him Min ju…tell him!!” itulah kata-kata yang selalu diucapkan sahabatku, Ha ra. Setiap kali aku curhat kepadanya tentang orang yang kusuka. Begitu pun kali ini kata-kata itu lagi yang terucap, seperti dia tidak mempunyai kata-kata yang lain. Aku tahu dia fasih berbahasa Inggris tapi masa cuma ada kata itu

“itu tidak mungkin Ha ra, dia terlalu jauh, terlalu susah untuk digapai..”

“daripada dipendam terus.., nantis sakit hati loh”

“iya tahu… tapi kan tetap saja itu tidak mungkin pasti aku nanti ditolak

“ya udah lupain aja kalau gitu, kan selesai masalahnya!” aku hanya menghela napas, memang susah berbicara kepada Ha ra. Dia terlalu polos dan santai, menanggapi semua hal dengan otak bukan perasaan. Dan lagipula dia belum pernah jatuh cinta jadi dia tidak mungkin merasakan yang sama denganku.

“kalau melupakannnya semudah mengucapkannya, dari dulu aku akan mencoba. Tapi tidak bisa, Tirus terlalu baik. Otakku tidak bisa melupakannya”

“aahh masalahmu terlalu rumit, bisa-bisa aku juga ikutan stress mikirin masalahmu. Mendingan ke kantin aja” katanya sambil melengos keluar

Aku berlari mengejarnya“yak! Tunggu!! Ha ra tunggu aku!!” Dia tidak menoleh tetap melanjutkan jalannya, malah memperlebar langkahnya. Dan sekarang dia sudah berbelok menuju tangga.

“yak!! Ha ra…!! Seol Ha ra!!” setelah kupanggil dengan nama marganya, dia pun berbalik.

“hurry… !!” balasnya dalam bahasa Inggris. Aku segera berlari ke arahnya. Kami berdua pun pergi ke kantin yang terletak di lantai bawah.

 

***

“tadi beneran kan Tirus melihat ke arah kita? Iya kan?” Ha ra hanya mengangguk. Kami baru saja kembali dari kantin. Dan tebak siapa yang kami temui di sana? Ya benar! Orang yang kusuka!

“tapi yakin kan tadi Tirus ngeliat ke arah kita? Pasti kan?” tanyaku lagi

“iya…iya..iya…” kali ini Ha ra sedikit berteriak, aku jadi terdiam. “kamu sudah berkata seperti itu 5 kali, mau sampai kapan bertanya seperti itu terus?”

“iya maaf…,tapi tadi Tirus benar-benar menatap ke arah kita kan?” aku menatapnya dengan tampang polos

“aaaaah bisa gila aku disini”Ha ra mencengkram kepalanya, ekspresinya tampak marah.

“iya…iya., aku gak bakal nanya lagi deh”kataku padanya.” Tapi harusannya kamu ngerti dong, kan aku lagi galau “

Ha ra berteriak-teriak kembali, hingga perhatian semua orang sekarang tertuju pada kami “aaiiissshhh….. galau itu lagi!galau!!selalu galau!!”

Dia menirukan wajah orang khawatir”Min ju kenapa kau melamun?”tanyanya

lalu dia berubah tempat dan posisinya, sekarang  wajah orang yang sedang muram “aku sedang galau Ha ra” ujarnya menjawab pertanyaan sendiri. “kau lihat? Selalu seperti itu setiap kali aku bertanya kenapa kau melamun? Dan lagipula galau itu apaan sih?”

aku tertawa melihat tingkah lakunya”galau itu di saat kita sedang binggung”

“ya sudah, kenapa tidak bilang sedang bingung saja? Kan lebih mudah dimengerti”

“tapi galau itu bingung yang beda..”

“beda gimana? Setahuku cuma ada satu bingung”

“galau itu kaya resah, gundah gulana, aaah pokoknya galau deh” sekarang giliran diriku yang marah.

“iih apaan sih? Coba deskripsikan dengan kata-kata yang baku?”

“aaah pokoknya susah.., makanya jangan cuma badan aja yang digedein, otak juga hahahaha”

“bo?! Apa katamu, badan aja yang digedein! Awas kau ya!!” aku segera berlari menghindari Ha ra.

Ha ra memang bertubuh besar tepatnya tinggi tapi cantik , sedangkan aku tubuhku yah bisa dibilang pendek tampangku juga biasa saja. Dan soal omonganku yang tadi aku tidak serius, tentu saja Ha ra tahu itu. Ha ra dan Min ju, semua orang  di sekolah ini tahu bahwa kami adalah sahabat dari kecil sekaligus duo malas, bahkan kemalasan anak laki-laki kalah dibandingkan kami. Kami jarang mengumpulkan tugas, kalaupun iya pasti yang terakhir. Kami juga sering masuk pada saat gerbang hampir ditutup, ke kantin waktu pelajaran, bolos ke UKS, dan banyak kemalasan serta kenakalan lainnya. Tapi yang membuatku bingung nilai Ha ra selalu lebih bagus dariku bahkan dia selalu masuk 10 besar, aku sih senang-senang saja sahabatku mendapat nilai bagus, tapi kan kami malas bersama. Kenapa nilaiku jelek sedangkan dia bagus?ini tidak adil.  Aku pernah mencoba diam-diam belajar di rumah tanpa sepengetahuan Ha ra, hasilnya? Nilaiku sih lumayan 85, tapi nilai Ha ra hampir mendekati sempurna, 93. Padahal malam sebelumnya dia bermain game online sampai malam, sungguh dia jenius.

“menurutmu apa arti tatapan Tirus tadi?”

“molla”katanya sambil mengangkat bahu. Kami sudah tidak kejar-kejaran lagi.

“ayolah Ha ra… aku bingung,”

“baiklah… tapi ini hanya perkiraanku saja ya”

“emm”

“yang pertama, dia suka sama salah satu diantara kita, yang kedua dia benci sama salah satu diantara kita, yang ketiga dia punya sesuatu yang ingin disampaikan kepada salah satu diantara kita, yang keempat yah cuma ngeliat saja”

“lah cuma ngeliat saja?maksudnya?”

“ya cuma ngeliat saja, misalnya kita nyebrang jalan pasti gak mungkin gak lihat lampu pejalan kakikan? Yah semacam itu lah” jelasnya sambil membuka pintu kelas

Mulutku langsung membentuk huruf o kecil. “terus yang paling besar kemungkinannya yang mana?”aku segera masuk dan berjalan ke arah kursiku

“menurutku yang keempat, paling rasional” Ha ra langsung duduk di kursi sebelahku, yang memang tempatnya.

“masa sih?”

“ya udah kalau gak percaya! Tanya aja Min ho” jari telunjuknya terarah ke anak laki-laki dengan rambut berantakan yang sedang tidur dalam posisi duduk di kursi depanku. Yang ditunjuk terbangun lalu berbalik dan memasang tampang polos.

Min ho…. nama lengkapnya Choi Min ho. Hobinya tidur di kelas. Dia adalah sahabat kami berdua dari kecil. Tapi bedanya Min ho adalah laki-laki, sehingga tidak setiap saat dia bisa bermain bersama kami. Min ho juga malas seperti kami, bisa dibilang dia satu-satunya anak laki-laki yang bisa mengalahkan kemalasan kami berdua. Walaupun malas, Min ho termasuk idola sekolah, dikarenakan wajahnya yang tampan serta tubuhnya yang atletis. Nilainya selalu paling tinggi di kelas dalam bidang olahraga. Dia juga berasal dari keluarga yang lumayan berada. Sehingga tidak aneh banyak kakak kelas perempuan yang naksir padanya.

“aku!? kok bawa-bawa namaku sih” tanya Min ho tidak mengerti

“iya kok jadi tanya Min ho, kan dia tidak tahu permasalahannya” timpalku

“kan si Tirus laki-laki, begitu pula Min ho. Jadi ya tanya aja dia, siapa tau Min ho tau arti tatapan itu.”

“ooh iya ya benar juga, kau memang pintar Ha ra”kataku sambil menepuk-nepuk bahunya.  Ha ra hanya tersenyum sok cool.

“eeh tunggu dulu, si Tirus itu siapa lagi?” tanya Min ho lagi, sekarang wajahnya lebih polos dari sebelumnya.

Aku hanya melamun, kembali mengingat pangeran Tirusku. . Aku menamainya tirus karena pipinya begitu tirus bagaikan seorang model. Tubuhnya juga tinggi dan tegap, pokoknya persis model deh. Dialah orang yang kusuka, sunbaeku, sekaligus ketua osis di sekolah. Walaupun dia memakai kacamata yang membuatnya terlihat geeky tapi tetap saja ketampanannya tidak dapat dipungkiri. Dia juga pintar dan sangat baik, bahkan dia seorang gitaris band sekolah yang sangat terkenal. Makanya dia jadi idola sekolah, dan juga… terlalu jauh untuk dijangkau.

“Min ju….Min ju…. “ Ha ra melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku. Aku jadi tersadar dari lamunanku.

Min ho menggeleng-geleng”ngelamun terus… kau belum menjawab pertanyaanku, siapa tirus itu?”

Aku tersenyum”tirus itu…..

 

***

“jadi menurutmu apa arti tatapan itu?” tanyaku pada Min ho

“molla” jawabnya dengan wajah polos

“bagaimana sih? Kaliankan sama-sama laki-laki!”

“iya tapi tidak semua laki-laki sama tau!” mulutnya mulai maju. Aku hanya cemberut mendengarnya. “Ha ra… bantu aku” aku kembali merajuk pada Ha ra.

Ha ra hanya memutar bola matanya dan melanjutkan membaca komik yang dipegangnya.

“aaah kalian ini tidak ada yang membantu, aku tidak mau berteman dengan kalian lagi”aku menyilangkan tanganku,berharap mendapat perhatian. Tapi ternyata tidak berhasil,

“iih!! itu kan komik Full Metal Alchemist  yang paling baru!!” teriak Min ho sambil menunjuk ke arah komik yang dipegang Ha ra.

“iya kok tahu?” Ha ra menghentikan kegiatan membacanya

“itu komiknya kan keren banget.. aku udah ngikutin dari nomor pertama” aku mulai merasa diabaikan oleh mereka berdua

“tjintja? Aku juga..”

Dan mereka mulai hanyut ke dalam obrolan tentang komik itu tanpa memperdulikan aku yang sedang pura-pura marah. Aku akhirnya merenungi nasib kembali. Kenapa orang yang kusuka begitu sempurna? Kenapa aku tidak sempurna? dan Kenapa ya aku bisa suka sama sunbae itu? Oh iya ya karena itu… Apa? kalian mau tahu? Baiklah kalau itu permintaan kalian. Aku akan mulai bercerita.

Semua itu bermula dari diadakannya ujian kenaikan kelas. Setiap murid diatur ruangannya. Meja-meja disusun menjadi empat baris dengan enam meja ke belakang. Tiap ruangan tidak hanya diisi satu kelas melainkan dua. Setiap anak dalam satu kelas akan diatur duduk menyerong untuk mempersulit menyontek.  Aku dan Ha ra tidak satu ruangan. Karena marga Ha ra dari  S sehingga dia dapat absen bagian akhir dan kebagian ruangan sebelah. Min ho juga dapat ruangan di sebelah, karena dia anak pindahan dari kelas lain. Sedangkan aku Min ju, Kang min ju, terpaksa mendapat kelas ini.

Aku masuk dengan langkah gontai ke ruangan ku dan mulai mencari nomor mejaku. Ternyata aku dapat meja kedua dari depan. Aku segera meletakkan tasku, duduk dan menghela napas, tahu pasti aku susah untuk menyontek.

“kau kenapa?” tanya suara di sebelahku. Aku segera menoleh, mencari tahu siapa yang mengajakkku bicara. Ternyata sang ketua osis, aku tidak sadar dia duduk di sebelahku. Ia tampak lucu dengan kacamatanya yang bergagang tebal berwarna hitam .

“aah tidak papa sunbae” jawabku gugup

“oohh kirain kenapa? Semangat ya!” ujarnya sambil tersenyum. Senyumnya sangat indah. Aku tertegun sejenak sebelum akhirnya tersadar setelah seosangnim masuk.

“anak-anak ulangan pertama adalah matematika, masukkan semua buku kalian dan sediakan alat tulis di atas meja!”

“ne” semua segera memasukkan buku dan duduk tegak di kursi masing-masing. Aku keringat dingin, karena tadi malam aku belum belajar. Kertas pun dibagikan, aku pun mulai mengerjakannnya. 20 menit berlalu, belum sampai 5 soal yang kukerjakan. Aku langsung tersungkur di mejaku, pasrah nilaiku akan jelek. Lalu aku mendengar seseorang berbicara.

“no. 3 C, no 4 B, no 5 E” aku menoleh mencari asal suara, ternyata sunbae!

Dia mengintip kertas jawaban teman sekelasku  yang duduk di belakangnya, anak dengan rangking 1 di kelasku“no 6 A, no 7 A, no 8 D, cepetan!!”

“hah?” aku tidak sadar dia sedang memberiku jawaban

“jawaban soalmu, cepat sebelum seosangnim lihat!” katanya sambil melihat ke depan, takut ketahuan seosangnim.

“ne” aku segera mengisi kertasku. Begitulah selama berhari-hari dia membantuku. Kadang-kadang, aku pun membantunya. Bahkan kami sempat ketahuan. Di pelajaran bahasa Inggris, yang aku baru tahu setelahnya bahwa sunbae tidak jago dalam pelajaran ini.

“no 19 A, no 20 D, no 21 D, no 22 C, no 23 B, no 24 A” katanya padaku sambil tersenyum, kali ini dia tidak mengintip tapi lembar jawaban anak yang dibelakangnya, tapi memberitahu jawabannya sendiri. Aku terpesona akan senyumnya dan melamun.

“no 19 A, no 20 D, no 21 D, no 22 C, no 23 B, no 24 A” katanya mengulangi sambil melirik ke depan, melihat seosangnim.

“hah?” aku masih terpana melihatnya

“no 19 A, no 20 D, no 21 D, no 22 C, no 23 B, no 24 A” katanya mulai serius

“hah?” otakku mulai tidak merespon. Dia tersenyum dan mendekatkan badannya ke mejaku. Aku hanya terdiam, jantungku berdetak cepat. Dia menunjuk kertas jawabanku, jarinya terarah pada no 19.

“ A, D, D, C, B, A” katanya menjelaskan dengan sabar. Aku hanya tertawa, menyadari kebodohanku. Dia pun ikut tertawa. Tawa kami cukup kencang hingga seosangnim tersadar dan melirik ke arah kami. Tapi untung saja seosangnim tidak marah. Dia hanya berkata

“Min ju…, jangan ikuti sunbaemu itu, dia tidak pandai dalam bahasa Inggris”

“ne seosangnim” aku sedikit membungkuk, tapi aku tidak percaya ucapan beliau sampai melihat nilaiku di papan pengumuman, nilai bahasa Inggrisku yang paling jelek dalam satu kelas. Aku sedikit kecewa melihatnya, tapi bila mengingat kembali kedekatan kami itu kekecewaanku langsung menguap.

Itulah mengapa aku menyukainya. Dia baik dan tampan. Tapi setelah ujian itu selesai kedekatan kami pun usai. Sunbae bahkan tidak pernah menyapaku ketika kami berpapasan di lorong sekolah. Sekalipun tidak. Tapi sejak ujian itu aku tahu bahwa aku telah dibuat jatuh cinta olehnya.

***

Setelah beberapa hari sejak kejadian di kantin,kejadian yang dapat membuatku melayang bila mengingatnya pun terjadi. Waktu itu aku belum pulang dari sekolah, walaupun bel pulang sudah berbunyi 1 jam yang lalu. Aku sedang menunggui Ha ra yang sedang mengikuti ekskul english club di sekolah. Aku menunggu sambil duduk-duduk di depan ruangan english club sendiri. Aku sedang memainkan game di handphoneku, saat seseorang menepuk bahuku.

“sunbae!!” teriakku kecil. Kuhentikan permainan di handphoneku.

Tirus mengikuti duduk di lantai“Min ju, kenapa kau belum pulang?” saat itu denyut jantungku sudah meningkat. Tenggorokanku rasanya seperti tercekat, susah sekali untuk berbicara. Tapi aku berusaha untuk tenang agar tidak ketahuan sunbae. Akhirnya aku dapat mengeluarkan suaraku.

“ aku sedang menunggui Ha ra” suaraku terdengar serak

“ooh, begini Min ju kita kan teman seperjuangan dalam ulangan kemarin, jadi maukah kamu membantuku?” aku hanya mengangguk lemah

“ini! Tolong isi ya…” katanya sambil menyodorkan salah satu kertas dari setumpuk kertas yang dari tadi dibawanya. Aku yang masih tidak dapat berkata-kata hanya mengangguk kembali. Dia langsung tersenyum. Aku langsung merasa melayang saat itu.

“nanti kertasnya kuambil lagi, daa” dia berdiri dan meninggalkanku yang masih merasa melayang. Setelah aku mengisi kertas itu yang berisi pertanyaan seputar HIV dan AIDS. Aku pun menuju ruang OSIS untuk mengembalikannya pada Tirus, karena aku tidak ingin merepotkannya. Entah kebetulan atau apa ternyata di tengah jalan aku bertemu dengannya.

“Min ju kau sudah selesai? Aku baru saja ingin menuju ke tempatmu tadi.” Aku berusaha menenangkan diriku. Setidaknya kali ini suaraku tidak boleh terdengar serak.

“ne sunbae, ini” aku berhasil suaraku keluar dengan sangat mulus walaupun sedikit bergoyang. Sunbae segera menerima kertas yang kusodorkan padanya.

“terimakasih yaa, kau memang teman  yang baik” katanya sambil menepuk-nepuk punggungku. Aku tertegun tidak tahu harus bereaksi apa. aku takut sunbae melihat wajahku yang mulai nampak merah. Tapi ternyata dia telah melesat pergi dengan cepat. Habis sudah kesempatanku untuk berbicara padanya.

Seperti biasa keesokan harinya aku menceritakan hal itu pada Ha ra. Tapi seperti biasa Ha ra hanya menanggapinya bagai angin lalu.

***

Aku segera berlari-lari menuju kelas. Setelah melihat orang yang kucari. Aku langsung melesat menuju ke tempat orang tersebut.

“Ha ra!! Ha ra!!” aku berteriak-teriak memangil Ha ra

“bo?”

“kamu pasti tidak akan percaya..” jawabku

“memang ada apa?” tanyanya penasaran.

Aku menunjukkan layar handphoneku tepat di depan wajahnya. Ha ra menatapnya dengan menyelidik. Aku menunggu reaksinya. Ternyata tidak seperti yang kubayangkan

“kau memata-matai twitternya Tirus?” tanyanya dengan tatapan tidak percaya

“emm.. aku kan hanya ingin melihat twitternya saat itu saja”

“ya.. ya.. terserah. Kurasa selama ini kau selalu memantau twitternya. Iya kan?” aku yang sudah ketahuan, berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Lihat… apa yang kutemukan” kataku sambil menunjukkan kembali layar handphoneku padanya”ini coba baca” kataku sambil menunjukkan salah satu tweetnya Tirus.

-#akukepadamu KMJ-

“sepertinya Tirus menykai seseorang, inisialnya KMJ.menurutmu siapa KMJ?” tanyaku pada Ha ra yang daritadi hanya diam saja

“entahlah Min ju, aku takut prediksiku ini salah”

“hah? Kau tahu? Katakan padaku ayoo..”rengekku

Ha ra menghela napasnya”baiklah kalau kau memaksa, dari semua orang yang kutahu namanya di sekolah ini. Hanya kau yang berinisial KMJ. Kang Min Ju”

Aku terkejut. Benarkan sunbae menyukaiku? Benarkah KMJ itu aku? Begitu banyak pertanyaan di otakku. Tapi aku ingin…sangat ingin mempercayai prediksi Ha ra. Sampai bel istirahat aku masih saja memikirkan hal itu. Ha ra yang sudah lapar memaksaku menemaninya ke kantin padahal aku tadinya ingin di dalam kelas saja. Tapi aku bersyukur Ha ra memaksaku, karena aku dapat bertemu Tirus di tengah perjalanan kami ke kantin. Aku sudah melihatnya di lorong sekolah, berjalan sendiri ke arah kami dengan gagahnya. Aku menarik napasku, berusaha mengumpulkan keberanian. Setelah mendekati kami. Aku memberanikan diri tersenyum padanya, dan kau tahu apa? dia membalas senyuman ku dengan senyuman juga. Rasanya sangat menyenangkan. Bahkan ketika Ha ra mendengar ceritaku di kelas, untuk pertama kalinya ia menyemangatiku untuk dapat dekat dengan Tirus. Hari itu terasa seperti surga. Walaupun itu hanya ilusiku saja.

***

“Ha ra… Ha ra… tolong artikan tweet-an Tirus yang ini” aku menunjukkan tweet Tirus kemarin malam.

-I stupid,  still…you’re my heaviest burden , but i always your reserve-

“hahahahahaha…” Ha ra malah tertawa

“bo?memang ada yang lucu?”tanyaku tidak mengerti

“pasti Tirus tidak pandai dalam pelajaran bahasa Inggris, lihat begitu banyak grammar yang salah. Mana mungkin stupid yang adjective terletak di sebelah subject tanpa to be. Dan I always your reserve, ini sangat ganjal. Seharusnya I always be your reserve ”

Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya. “aku tidak peduli hal itu Ha ra, aku hanya ingin tahu apa artinya?”

“baik..baik.., aku bodoh, tetap kaulah beban terberatku, tapi aku selalu menjadi cadanganmu”

***

“kumohon jadilah yeojachinguku…” kata laki-laki itu sambil berlutut dan menyodorkan seikat bunga pada Ha ra. Aku bersembunyi di balik tembok agar tidak ketahuan.

“mianhae sunbae, aku sudah punya orang yang ku suka” jawab Ha ra dengan wajah sedih

Wajah sunbae itu langsung kecewa, dia pun langsung berdiri”gweanchana, tapi kita tetap bisa jadi teman kan?” tanyanya dengan wajah was-was

“geuromyeon”  jawab Ha ra sambil mengangguk” aku permisi dulu” Ha ra membalikkan badannya dan pergi. Aku berlari-lari kecil menyusulnya.

“Ha ra! Kenapa kau tidak menerima sunbae itu? Dia kan baik juga tampan serta anak konglomerat.” Tanyaku setelah aku bisa menyejajarkan langkah kami

“kan tadi aku udah bilang ada orang yang ku suka..” jawab Ha ra dengan datar

“tjintja? Ku kira itu hanya alasanmu. Siapa?” tanyaku ingin tahu

“pokoknya ada, dan kau tidak boleh tahu!” katanya dengan muka usil

“bo? Wae?”

“habisnya pasti nanti kau menertawaiku”

“tidak akan kok” aku kembali merayunya agar diberitahu siapa orang yang dia suka. Kami terus berjalan hingga ke arah taman. Hingga Ha ra tiba-tiba berhenti.

“kenapa berhenti?”

Ha ra tampak terkejut”coba lihat itu.. bukannya itu Tirus!”

“hah! Mana?” aku berjinjit sambil melihat sekitar. Ya benar ada Tirus. Dia sedang berdiri di sebelah pohon besar di sekolah kami. Tapi tunggu dia tidak sendiri, ada seorang wanita bersamanya. Wanita itu tampak menangis dan Tirus mengelus-ngelus kepalanya. Tunggu mengelus-ngelus kepalanya. Belum cukup sampai di situ bahkan pangeran Tirusku memeluknya. Aku seperti tidak bisa bernafas. Rasanya ada yang mencekek leherku.

“Min ju…. are you all right?” suara Ha ra tampak seperti orang yang khawatir. Ha ra menuntunku yang masih shock setelah melihat kejadian tadi. Setelah sampai di kelas aku tidak tahan lagi, aku hanya menangis sejadi-jadinya. Rasanya hatiku sakit. Seharusnya aku tahu konsekuensinya suka padanya. Seharusnya aku sadar kebaikan Tirus pada waktu ujian hanya sebatas kebaikan, tidak lebih.  Dia terlalu jauh. Tidak terjangkau…. tapi tetap saja rasanya sakit, setiap malam aku hanya menangis di pojok ruangan hingga mataku sakit dan jatuh tertidur. Tapi tetap sakit…

***

Setelah beberapa minggu dapat menyelesaikan rasa sakit itu. Aku kembali seperti diriku yang dulu. Yang lebih ceria. Aku dengar desas-desus bahwa gadis di sebelah Tirus kemarin adalah mantan pacarnya. Dan tidak seorang pun tahu apa yang mereka lakukan berdua di bawah pohon kemarin. Tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri, tidak boleh suka lagi terhadap Tirus, aku hanya mengidolakannya saja, sama seperti gadis lain di sekolah ini, tidak ada yang spesial. Tidak menyukainya. Bila tidak nanti hatiku sakit lagi. karena aku pun tidak berani menyatakan perasaanku pada Tirus. Jadi hal itu percuma. Kami hanya dapat bersama di dalam bayanganku, di saat aku bermimpi. Dia terlalu jauh, terlalu susah untuk digapai.

Aku kembali bersama teman-temanku. Melakukan hal yang dulu-dulu. Bertemu dengan orang baru. Merajut kisah cinta baru. Kau pasti tidak menyangka, bahwa orang yang disukai Ha ra waktu itu adalah Min ho. Dan yang mengejutkan lagi Min ho juga menyukainya sejak dulu. Mereka akhirnya jadian dan menjadi pasangan idola di sekolah. Setelah lulus sekolah, mereka melanjutkan studi di Amerika dan menikah di sana. Sungguh aku binggung dengan kedua sahabatku ini. Dan aku… aku akhirnya berpacaran dengan Sungmin, Lee Sungmin. Kau tahu orang yang duduk di belakang Tirus waktu ujian, ya betul itu dia. Orang  yang dilihat kertas jawabannya oleh Tirus. Anak laki-laki dengan predikat rangking 1 di kelas. Sungmin sangat baik dan menyenangkan. Bersamanya aku dapat melupakan Tirus, cinta pertamaku dan merasakan cinta lagi.

Sementara Tirus, dia lulus dengan nilai terbaik di sekolah dan masuk ke Universitas terbaik di seoul. Oh iya sudahkah aku memberitahu kalian bahwa Nama aslinya adalah Choi Seung hyun biasa dipanggil T.O.P.?Seung hyun akhirnya menikah dengan mantan pacarnya yang dulu dan dikaruniai 2 anak yang lucu. Aku datang loh ke pernikahan mereka. Dan menurut kabar yang berhembus, waktu itu di bawah pohon, mantan pacar Tirus-yang sekarang menjadi istrinya-meminta kembali berpacaran dengan Tirus. Tapi Tirus  menolaknya karena ada gadis yang disukainya. Tapi mungkin Tirus masih mempunyai perasaan yang mendalam pada mantannya tersebut. Sehingga rasa sukanya terhadap gadis misterius itu, tidak dapat menahannya. Hah sayang sekali.. Aku jadi penasaran siapa ya gadis itu? Apa aku orangnya?

“jagi kau sedang melamun lagi ya, kan sudah kubilang jangan melamun lagi, itu tidak baik!” ucap seseorang dengan marah

“aah ne…ne.. mianhae” ucapku terbata-bata

“cepatlah Bong sun sudah merengek-rengek dari tadi, kita jadi pergi tidak?”tanya suara itu lagi

“ne! Ini aku sudah siap, ayo berangkat!” jawabku sambil tersenyum dan meraih tangan kecil itu,

“ne kajja” Sungmin memegang tangan Bong sun yang satu lagi dan kami pun pergi.

Aku akhirnya hidup bahagia bersama suamiku, Lee sungmin dan Putriku, Bongsun.

 

THE END

Haru Haru (chapter 3)

Tittle              : Haru Haru (chapter 3)

Author           :  Arina Indarti

Genre            : Romance & Drama

Main Cast      :           -     Kwon Ah Rina (fictional)

                                 -     Kwon Ji Young (G Dragon)

                                 -     Seungri (Bigbang)

                                 -     Kim Heelya (fictional)

Support Cast        :     -     Yoona

                                 -     Bigbang

Leght                   : Chapter

Rating                  : PG 13         

 

PREVIOUS CHAPTER

“dan hadirin sekalian.. ini dia pasangan yang baru-baru ini menjadi perbincangan! G Dragon & Ah Rina!!” semua orang bertepuk tangan.. GD menggenggam tanganku dan membawaku ke atas panggung

“semua hadirin yang terhormat… ini dia calon istriku… Kwon Ah Rina…” kata GD sambil mencium keningku..

OTTOKE?! Aku akan menjadi Mrs.Ji Yong!!!!

PREVIOUS CHAPTER END
Dan hari itu tiba……..

‘deg….deg…deg..’ detak jantungku berdetak 100000000000x lebih cepat dari biasanya.. hari ini aku akan menikah!!!!!!!!!!!!!!!

Aku berjalan ke pelaminan dan mengucap janji suci itu bersama Ji Yong…

“nah sekarang kalian boleh berciuman..” kata sang penghulu

Ji yong pun segera menarik pinggangku dan mencium lembut bibirku… semua undangan bertepuk tangan untuk aku dan Ji Yong. Aku tau menikah tanpa cinta memang sangat berat tapi ini demi kebaikan ku dan dia juga…

Acara resepsi sangat ramai.. banyak teman-teman Ji Yong dan teman sekolahku yang datang, tapi.. dimana Seungri?

‘klung’ ada sms masuk

From : Seungri

Nunna? Temui aku di balcon atas!

Aku pun bergegas pergi ke balcon untuk menemui Seungri, dia mengenakan tuxedo coklat.. kelihatan sangat pantas untuknya^^

“woy! Kenapa nggak kebawah? Semua lagi dansa dibawah.. mungkin aku akan dimarahi Ji Yong karena aku menghilang seperti ini-_-.”

“hehe aku tidak sangup melihat upacara pernikahannya…”

“miane Seungri… aku tidak ingin persahabatan kita bertiga hancur..”

“itu bukan salah nunna… hmm.. boleh tidak aku mencium nunna.. ini ciuman terakhir”

Aku tersentak mendengar perkataan Seungri… tapi.. kalau ini ciuman terakhir…

“ne, ini terakhirkan.. sehabis ini kau harus melanjutkan karirmu dan melupakanku, arasseo?”

“tutup mata nunna…”

Akupun menutup mataku dan…… ‘cup’ bibir Seungri mendarat di bibirku dengan lembut… aku langsung mendorong Seungri, karena dia mulai menikmati ciuman kami..

“eh… sebaiknya aku kebawah.. Ji Yong pasti akan membunuhku.. hehe annyeong!” aku meninggalkan Seungri sendirian.. aahhh harusnya aku tidak usah datang ke balcon!!

Dan dugaan ku benar Ji Yong panic mencari ku kesana kemari

“kamu kemanasih?! Aku mencarimu dari tadi!!!” Ji Yong langsung melemoariku dengan seribu omelan ketika aku datang

Air mataku tak dapat ku bending… aku ingin kehidupan ku yang dulu, bersama Seungri dan Heelya.. aku ingin bebas seperti dulu.

 “kau kenapa Rina-ah?” Tanya Ji Yong yang sekarang suaranya mulai melembut

“aku mau pulangg…” aku merengek layaknya bayi kepadanya

“oke.. kita pulang sekarang..”

Aku dan Ji Yong pulang ke apartemen kami yang Ji Yong beli… apartemen itu sangat mewah!

“bagaimana dengan barang-barangku?” tanyaku panic

“semua barang-barangmu ku ganti dengan yang baru..” jawabya enteng

“kenapa nggak bilang dulu? Barang-barang ku itu kenanagan bagiku.. kenangan ku dengan teman-temanku.. dengan Seungri..”

“apa semua barang-barangmu ada kaitannya dengan Seungri hah?” dia menjawab dengan ketus lalu pergi meninggalkanku sendiri di ruang tengah

Aku pergi ke kamar… aku mengintip sedikit dan melihat Ji Yong sedang tidur di sofa di kamar kami..

Aku menghampirinya dan mengelus rambutnya… “mianhae Ji Yong-ah….”

Keesokan paginya…

“Hey yeoja  malas!! Bangun cepat!” suara cempreng itu selalu menggangguku!!

“waeyo???!!!!! Aku ngantuk!!!” aku menepis tangannya yang sedari tadi menggoyangkan tubuhku

“ppali! Aku harus ke YGoffice!!!!!!!!” suara cempreng itu mulai mengeras di telingaku

Aku bangkit dari tidurku.. dan memukul Ji Yong yang dari tadi menggangguku!

“yak!! Kau pergi saja sendiri!!!!” aku membentaknya dan memukul lengannya pelan dengan sebal>.<

“yak!! Akan terlihat aneh pengantin baru berjalan tanpa istrinya disampingnya!”

“yaudah!! Aku ganti baju dulu!!! Kau keluar sana!!!” kataku sambil mendorong Ji Yong keluar kamar

“eh kan aku suamimu aku berhak dongggg..” dia menggodaku dengan pandangan genit

“yak! KELUAR!!!!”

Aku dan Ji Yong tiba di YGoffice.. ya seperti layaknya pengantin baru, banyak yang member kami ucapan selamat atas pernikahan palsu ini…

“aku mau latihan dulu… kau duduk saja disini” kata Ji Yong sambil menunjuk sofa dipinggir ruang latihan

‘krekk’ seseorang membuka pintu dan itu….

“nunna!” Seungri-_-

“eh, Seungri!”

“apa yang nunna lakukan disini?”

“aku menemani lelaki menyebalkan itu” kata ku sambil menunjuk Ji Yong yang memperhatikan ku dengan wajah bingung

“haha.. nanti kita makan siang yuk nunna..”

“ahh.. nunna tidak bisa Seungri, aku harus pergi bersama Ji Yong”

“ah tidak apa-apa kok nunna..”

“bagaimana kalau kau makan dengan Heelya saja, dia pasti ada di toko bubur”

“ah? Ne nunna.. aku akan mengajaknya saja.. aku latihan dulu ya nunna”

“lakukan yang terbaik ya Seungri!!^^” aku melambai dan tersenyum padanya

“SARANGHYEO NUNNA!!! AKU MELAKUKAN INI UNTUKMU” Seungri bertriak, dan semua orang memperhatikannya sekarang-_- babo!!!!

“eh? Maksudku GD hyun tadi menyuruhku menyampaikannya bahwa dia akan berusaha keras untukmu hehehe..” katanya mencoba menstabilkan keadaan

Aku melihat kearah GD dan dia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Seungri.. aahh babo-_-

*beberapa jam kemudian*

Aku mulai mengantuk menunggunya latihan-_- aku memutuskan untuk tidur di tumpukan tas-tas member bigbang.. aaahh nyamannya.. aku tidak peduli berapa pasang mata yang melihatku atau akan ada berita “Istri G Dragon tidur diatas tumpukan tas”.. dan.. aku mulai terlelap…

AH RINA POV END

GD POV

Latihan untuk hari ini selesai sudah!!!! Tapi… dimana yeoja babo itu?? Aku mencarinya ke segala sudut ruangan dan aku menemukannya tidur diatas tumpukan tas… ahh babo-ya!!

Aku menggoyang-goyangkan tubuhnya agar dia bangun

“heh!! Bangun pemalas!!” kataku sambil menggoyang tubuhnya pelan

“hey! Namja macam apa kau! Istrimu lelah harusnya kau menggendongnya! Begitu sikap suami yang baik!” T.O.P hyun menceramahiku

“iya hyung!!! Kau tidak boleh kasar begitu sama istrimu sendiri!! Contoh tuh T.O.P hyung!!!” Daesung cerewet! Ikut-ikutan nimbrung-_-

“kalau kau tidak ingin menggendongnya.. aku akan menggendongnya.. kalau kau tidak ingin membawanya pulang.. akan kubawa pulang dia.. kalau kau tidak mau menjadi suaminya….. aku pun akan menjadi suaminya..” ucap Seungri tegas

Semua member bigbang memperhatikan Seungri dengan pandangan aneh..

“arasseo aku akan menggendongnya…” kataku sambil membopong tubuhnya di kedua tanganku..

“CIEEEEEE” ledek seluruh crew dance kami.. yaa kecuali Seungri yang kelihatan geram melihat aku menggendong Rina.

Aku mengacuhkan mereka dan membopong Rina ke mobilku.. aishh yeoja ini tidurnya tidak kira-kira!!!! Aku melihat beberapa paparazzi mengabadikan ga,bar aku dengannya… aku mengacuhkan semua paparazzi itu.. yang terpenting sekarang adalah.. MEMBANGUNKAN RINA!!!!

Setelah aku sampai dirumah.. ku bopong Rina dan ku tidurkan di tempat tidur. Aku menyerah membangunkannya… akhirnya aku bergegas pergi lagi ke SBS karena Bigbang akan tapping Inkigayo…

GD POV END

AH RINA POV

Aku pun bangun dari tidurku yang lelap..dan… aku sudah dirumah??!!

“Ji Yong???” aku memanggilnya tapi tidak ada jawaban…

Mungkin dia pergi lagi..

‘kriyukkkkk’ aahhh suara perutku..>,<

Mungkin Ji Yong punya makanan.. hhihihi.. aku berjalan ke dapur dan.. JENG JENG kulkas penuh dengan makanan!!!! Aku mulai menggoreng ayam, merebus spagethi, memarut keju dan sebagainya.

“im home!!!!” triak suara cempreng itu

Ahhh tadinya aku ingin menghabiskan semua ini sendiri!!!-_-

“waaahhh kau mau coba makan tanpa aku ya?? Taakan kubiarkan kau menggerogoti isi kulkasku!” kata suara menyebalkan itu!

“ne! aku buat ini untuk berdua kok!”

“oke! Pastikan rasanya enak!!”  katanya lalu duduk di sofa dan menyalakan tv

*beberapa menit kemudian*

“makanan siap!!!!” triakku sangat keras ke telinganya

“babo!! Aku tidak tuli!!” dia balas membentakku

Aku memasak spagethi,spicy wings dan menghangatkan kue tart di kulkas.. GD mulai menyantap masakanku, dan aku tercengang.. dia makan seperti monyet yang kelaparan.. nafsu makannya  lebih banyak dari yang ku kira, aku tidak mau kalah dan menyantap semua makanan dengan cepat..

“ayo kita lomba!” kata GD menantangku

“ayo!!” akupun takmau kalah semangat

GD melahap semua makanan dalam sekali telan… aku menghabiskan kue tartnya terlebih dahulu.. aku mencoba langsung menelan spicy wing dan spagetthi bersamaan dan…

“ohokkkk” aku tersedak-_-

“ahahahahhaha!!! Kau kalah!! Ahahahaha!!” GD tertawa lepas melihat penderitaanku

“babo!!!! Bukannya membantu!!”

“wakakakak…” dia tertawa jahat dan meninggalkanku tercengang

“orang aneh-_-.”

*beberapa menit kemudian*

Aku duduk di Sofa sambil meminum jus kaleng yang ku beli di toko depan apartemen, tiba-tiba….

“arghhhh” ada suara rintihan yang berasal dari kamar ku dan GD

Aku langsung bergegas memeriksa apa yang terjadi… setelah aku membuka pintu, kulihat GD sedang merintih memegang perutnya..

“waeyo???? Kau kenapa??!” tanyaku panic padanya

“aku rasa aku kebanyakan makan.. aaarghh, sakittt..” dia terus merintih kesakitan

“ottoke???!!!! Apa yang harus ku lakukan??!!!” aku panic dan jujur… aku tidak tau harus berbuat apa-_-

“k-k-kau bisa menyetir?” suaranya masih kedengaran kesakitan

“bisa..t-tapi..” jawabku ragu

“udah gausah banyak omong… antar aku ke rumah sakit cepat”

“iyaa..iya-_-.”

Aku bergegas mengambil kunci mobil dan menyetir… kami sampai dirumah sakit dengan selamat.. walaupun mobil GD tergores saat kami parkir._.

Aku menunggu di ruang tunggu sementara GD sedang di priksa di UGD..

“hmm.. bisa saya bertemu dengan anggota keluarganya?” kata dokter yang memeriksa GD beberapa waktu lalu

“ne. saya i-i-istrinya dok” sangat sulit kata ‘istri’ terucap dari mulutku

“kau harus menjaga pola makannya.. dia makan terlalu banyak jadi asam lambungnya tidak stabil.. ini resep obat yang harus ditebus” kata dokter itu sambil memberikan resep obat GD

“oke dok. Bolehkah saya menemuinya?”

“ne.silahkan”

Aku masuk ke ruangan pemeriksaan.. GD terlihat masih kesakitan dan memegangi perutnya

“bagaimana kedaanmu?” tanyaku pada GD

“kau tidak lihat?! Ini semua gara-gara kau”

“mwo?? Kan kau yang member usul lomba makan!!”

“tapi kenapa kau mau ku ajak lomba makan?!”

“aku menerimanya karena kau menantangku!! Yaudah lah! Aku mau menebus obatmu dulu!” kataku sambil melangkah menjauhinya

“eh tunggu.. aku ikut” dia menarik tanganku

Aku dan GD pergi ke apotik untuk menebus obatnya..

“nunna!!!” triak seorang namja

“eh? Seungri?” tanyaku memastikan.. dan benar! Itu Seungri

“apa yang nunna lakukan disini?” kata Seungri sambil melihat GD hati-hati

“kau membuntuti kami ya?” kata GD yang langsung menggenggam tanganku

“mwo? Untuk apa aku membuntutimu?” Seungri mulai nyolot

“kau ingin mengambilnya kembali kan?” GD berkata itu sambil menunjuk ke arahku

Seungri terlihat geram melihat GD.. di matanya jelas sekali terlukiskan amarah nya yang mendalam pada GD

“ayo chagiya..” GD menarik tanganku dan pergi menjauhi Seungri

Aku tersenyum pada Seungri, tapi… dia malah mengacuhkan ku dan pergi-_-

TBC